Jayapura – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir meminta Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk membuka program studi yang dapat dimanfaatkan dalam membangun daerah Papua. Sebab,  potensi sumber daya alam di Provinsi Papua dinilai cukup melimpah dan dapat diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jangan membuka program studi yang asal-asalan atau asal ada saja. Tapi harus memilih program studi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan daerah, seperti Teknik Pertambangan, Teknik elektronika dan program studi teknik lainnya,” tegas Menristekdikti Nasir ketika memberi kuliah umum kepada mahasiswa Uncen yang digelar di Auditorium Kampus Abepura, Kota Jayapura, pada Senin (18/4).

Dalam kuliah umum yang dipandu Rektor Uncen Onesimus Sahuleka ini, Menristekdikti menyampaikan materi bertema ‘Peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)’.

Selain dihadiri ratusan mahasiswa Uncen, sejumlah pejabat terkait juga tampak hadir mengkuti kuliah umum ini. Antara lain Dirjen Kelembagaan Iptekdikti Patdono Suwignjo serta Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi. Anggota DPRD Papua juga tampak ikut hadir.

Ada banyak hal yang dipaparkan Menristekdikti dalam kuliah umum tersebut. Selain memaparkan Grand Design Pendidikan Tinggi 2015 – 2025, Nasir juga membeberkan pentingnya afirmasi dan pembukaan prodi yang berpotensi di daerah masing-masing.  Nasir menegaskan, peningkatan mutu SDM mempunyai hubungan timbal balik dengan peningkatan IPTEK. Untuk  itu, tambahnya, Uncen perlu melakukan program peningkatan kemampuan SDM dan kemampuan Iptek secara terencana dan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti juga mengajak para mahasiswa Uncen untuk bangkit meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk mendorong peningkatan pembangunan daerah.

Hal itu dipaparkan Nasir dalam sesi tanya jawab dengan para mahasiswa dan dosen Uncen. Pada sesi tanya jawab ini, Nasir banyak menerima pertanyaan yang menyangkut  rasio dosen, keterbatasan sarana prasarana di kampus Uncen dan beasiswa untuk para mahasiswa.

Ajakan Menristekdikti untuk memajukan Papua itu sudah sesuai dengan harapan Presiden RI Joko Widodo yang ingin mempercepat pembangunan Indonesia Timur, khususnya di Papua.

“Masyarakat Papua, tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi harus bisa bangkit menjadi pelaku pembangunan melalui penguasaan Iptek dan peningkatan kualitas SDM,” tutupnya. (Sutrisno/bkkp)