UNAIR NEWS – Delegasi Universitas Airlangga (UNAIR) mendapatkan award best oral presentation dalam konferensi bertajuk The 9th International Medical, Pharmaceutical, Cosmeceutical, and Health Sciences Symposium (iMPaCHS) 2017. Konferensi yang diadakan oleh Management and Science University (MSU) Malaysia itu berlangsung pada Jum’at (22/12).

Delegasi tersebut atas nama Rebhika Lusiana, mahasiswa S1 Pendidikan Apoteker UNAIR angkatan 2014. Selain Rebhika, Fakultas Farmasi (FF) UNAIR mengirim delegasi lainnya, yaitu Nindya Pramesti, mahasiswa S1 Pendidikan Apoteker UNAIR angkatan 2015.

Rebhika, ketua yang presentasi mewakili tim, membawakan makalah dengan judul ”Phytoremediation Integrated Zone (PIZ): River Revitalization System Based On Phytoremediation as Concept to Solve Impact of Population Explosion”. Makalah itu ditulis lantaran mereka ingin memberikan solusi terkait permasalahan lingkungan akibat ledakan penduduk.

Ledakan penduduk mengakibatkan peningkatan jumlah sampah di sungai. Dampaknya adalah muncul polusi, baik yang dari bahan organik maupun anorganik. Polusi itulah yang menimbulkan kualitas air sungai menurun.

Untuk mengatasinya, Rebhika dan tim membuat gagasan sebuah zona fitoremediasi yang terintegrasi. Zona tersebut berada di sebuah sungai yang terdiri atas beberapa komponen yang output-nya adalah menurunkan pencemaran akibat ledakan penduduk.

”Projek itu diharapkan membawa dampak. Bukan hanya lingkungan, melainkan juga bagi perekonomian warga sekitar serta pendidikan anak bangsa,” tutur Rebhika.

Peserta konferensi itu merupakan mahasiswa dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, India, Cina, dan Indonesia. Selain paper presentation, kategori lainnya adalah poster presenter. Ada tak kurang dari 70 makalah yang dipresentasikan dalam forum tersebut. Jika ditotal dengan peserta poster presentation, terdapat ratusan peserta dari berbagai negara yang berpartisipasi.

Dengan menjadi delegasi FF dan memperoleh best oral presentation, Rebhika berharap UNAIR bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkembang. Selain itu, keikutsertaan delegasi dari kampus mendorong nama UNAIR untuk lebih dikenal di kancah internasional.

”Buat teman-teman mahasiswa, semoga tetap semangat dan bekerja keras untuk mengejar cita-cita serta banggain almamater. Sebab, we are still youngWe have a lot of chance to grow up and be the best of our self,” ucap perempuan kelahiran Bojonegoro, 4 November 1995, itu. (*)