UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga memboyong tiga besar atas kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh PT Federal International Finance. Ialah FIFGROUP Youth Innovation, kompetisi yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi dan mengenal industri pembiayaan.

Juara I dalam kompetisi itu diraih oleh Haflan Alfiri Widrayat dan Wahyu Rais Agung mahasiswa prodi Manajemen angkatan 2017 yang mengusung ide Piper Ningrum L Finance. Selanjutnya, juara II, diraih oleh Elvinda Shella Maurisa, mahasiswa prodi Manajemen angkatan 2014 dan Andy Ahmad Alfian, mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan angkatan 2013 dengan ide Danastra Young Entrepreneur Funding.

Sementara di posisi juara III, diraih oleh Siti Nurseha, mahasiswa prodi Fisika bersama Rino Saputra, mahasiswa prodi Akuntansi angkatan 2015 yang mengangkat ide Integrated Cervical Cancer Awareness Funding System.

Pengumuman lomba yang merupakan puncak acara diselenggarakan Rabu (6/12), bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BDS, Tangerang Selatan. Dari total 72 proposal yang telah melewati serangkaian seleksi, dipilih lima tim terbaik yang masuk seleksi final.

Andy yang memperoleh juara II menuturkan, ia dan tim mengusung ide pembiayaan usaha bagi freshgraduate dengan jaminan ijazah. Melalui ide itu, ia melihat adanya potensi yang luar biasa dari freshgraduate, terutama dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Sementara Halfan, dirinya mengaku tak menyangka bisa mendapat predikat juara I. Bahkan, ia sempat pesimis karena merasa minim pengalaman. Lantas, ia bersama tim memikirkan langkah perusahaan FIFGROUP untuk dapat masuk di segmen baru, yakni pertanian.

Halfan dan tim mengusung konsep pemasaran dengan berbentuk kemitraan. Kemitraan ini terjalin antara FIFGROUP dan customers. Ide yang ia pikirkan memberikan keuntungan kedua belah pihak setelah melalui perhitungan.

“Proses pembuatan ide sekitar dua minggu. Beruntung, kami teman satu kelas, sehingga mengetahui kesibukan masing-masing. Begitu pula untuk mengatur waktu juga relatif tidak sulit,” terang Haflan.

Bagi Halfan, mahasiswa tidak boleh hanya belajar di kelas saja. Sebab menurutnya, yang dibutuhkan perusahaan bukan hanya teori di kelas. Berbagai kemampuan yang didapatkan saat berjuang dalam sebuah kompetisi misalnya, tanpa sadar menjadi softskill yang bermanfaat di dunia kerja.

Halfan bertekad, ke depan ia akan terus berupaya mengukir prestasi dalam bidang apapun, asal ada kesempatan.

“Ini sebagai balas jasa terhadap UNAIR yang telah menerima saya sebagai mahasiswanya. Sungguh senang dapat masuk perguruan tinggi ini,” ungkap Haflan.

Sementara juara I-III diraih tim dari UNAIR, juara IV diraih tim Travelpay dari Universitas Gadjah Mada dan juara V dimenangkan tim ASETRA dari Institut Teknologi Bandung. (PIH UNAIR)