Padangpanjang – Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin modern, kerap kali memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter dalam diri seseorang. Tidak dapat dipungkuri arus transformasi yang semakin cepat serasa dunia dalam genggaman. Kemajuan zaman serta teknologi yang terus terbarukan, membuat keragaman kesenian dan kebudayaan terasa terlupakan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, kala itu, pernah berpesan pada saat orasi ilmiahnya di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang (22/2/2017).

“Jika kemampuan profesional tenaga kerja banyak dibangun di perguruan tinggi umum, pembangunan budaya dan karakter bangsa dibangun di Perguruan Tinggi seni dan budaya,” ucap M. Nasir.

Peran Perguruan Tinggi seni dan budaya memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam berkompetisi dengan negara-negara lain di bidang kebudayaan dengan menggali dan menumbuhkan kekayaan serta kearifan lokal Nusantara.

Ketua Program Studi Seni Teater ISI Padangpanjang, Junaedi, mengatakan pendidikan seni budaya mampu mengekspresikan secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa, rupa, bunyi, gerak, peran, dengan perpaduan unsur harmonis, estetika, logika, dan etika.

“Pendidikan seni juga dapat menumbuhkan tingkat kesadaran dan kemampuan seseorang dalam mengapresiasi terhadap beragam budaya Nusantara. Dia yakin, lulusan mahasiswa seni dapat memperlakukan kesenian dan budaya sebagai sesuatu yang harus dihargai dan dicintai,” ujar Junaedi yang menggeluti dunia seni teater sejak tahun 1990-an.

Hamzah yang menjadi Ketua Program Studi Seni Murni dan dosen ISI Padangpanjang menambahkan, Pendidikan Tinggi seni dan budaya harus bersinergi dengan Pemerintah agar budaya lokal tidak terlupakan begitu saja seiring perkembangan zaman.

“Kekayaan budaya Nusantara harus kita jaga bersama, sebagai Dosen seni rupa, saya menjaganya dengan cara membuat karya seni rupa berbentuk lukisan kearifan lokal. Bagi saya, lukisan yang memiliki nilai artistik yang kuat dan indah akan membantu menjaga kebudayaan Nusantara kita,” jelas Hamzah.

Dalam menjaga kesenian dan kebudayaan Indonesia, ada banyak cara untuk mengekspresikan hal tersebut, dan mahasiswa seni mampu melakukannya dengan inovasi dan kreatifitas yang dimiliki.

“Kita harus memberikan ruang seni dan inovasi kepada mahasiswa agar mereka menjadi kreatif dengan imajinasi tinggi. Hanya dengan itu, akan lahir karya-karya seni yang dapat dinikmati oleh publik,” kata Junaedi.

Pria asal Aceh tersebut juga menceritakan suatu karya seni bisa lahir dari ruang manapun seperti di pasar, di jalan raya, di tempat ibadah, di lapangan, karena inovasi tidak akan ada batasannya.

Ediwar, Wakil Rektor I ISI Padangpanjang katakan bahwa kedepan Perguruan Tinggi seni memang harus dikembangkan lebih luas lagi. “Kami akan perkenalkan Indonesia ini ke dunia melalui berbagai ilmu dan program studi yang kami perdalam di ISI ini, agar dunia tahu, Indonesia itu cerdas insaninya, berbudaya manusianya,” imbuhnya.

Senada dengan itu, penemu legendaris dunia abad ke-18, Thomas Alva Edison pernah berkata, selalu ada jalan untuk menjadi lebih baik asalkan kita mencarinya. Menjadi lebih baik dan berbeda dengan sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan inovasi. (ard)