Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Program Studi Pengolaha Hasil Ikan hari ini, Rabu, 11 April 2018 mengikuti seleksi magan di Jepang. Mahasiswa yang akan mengikuti magang di perusahaan di Jepang semester IV. Kehadiran perusahaan Jepang di antaranya Direktur Rise Neo Cooperative  Kazuki Danno, Sekretarisnya Nakamura Shingo dan Moriki Hiroko yang didampingi General Manager Borneo Raya Khatulistiwa Ayaka Anzai.

Alasan memilih mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak khususnya pada Program Studi Pengolahan Hasil Ikan untuk magang di Jepang menurut Kazuki Danno dikarenakan para mahasiswa Pengolahan Ikan di Politeknik Negeri Pontianak sudah memiliki keterampilan dalam pengolahan ikan. Di beberapa perusahaannya pokus mengembangkan restoran khusus masakan ikan, ujar Kazuki Danno. Dia berharap, kegiatan magang mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak di perusahaannya setiap tahun dilakukan. Semua biaya akomudasi dan transfortasi selama di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan.

Kehadiran Tim Rise Neo Cooperative di Politeknik Negeri Pontianak, di damping Pembantu Direktur I, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Ketua PUT, Ka. Hubungan dan Kerjasama Internasional Polnep. Pertemuan yang dilaksanakan di ruang PUT, dilanjutkan pemaparan oleh Kazuki Danno tentang perusahaannya. Pada hari yang sama, dilanjutkan wawancara oleh tim Rise Neo Cooperative kepada para mahasiswa program studi Pengolahan Hasil Perikanan.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak Selamet Tarno mengungkapkan dengan adanya rencana perusahaan Jepang yang akan merekrut mahasiswa untuk magang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Jurusan khususnya dan Polnep secara keseluruhan. Jika ini segera terealisasi diharapkan ada masukkan dari mahasiswa yang magang dalam memperbaiki kurikulum sesuai kebutuhan dunia industry di Jepang, ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya, perusahaan Jepang maunya mahasiswa magang 3 bulan sekali secara terus menerus dan tidak putus dan akan kita pertimbangkan.

Oleh karenanya, kurikulum yang ada di Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan terus diupayakan lakukan evaluasi sesuai kebutuhan dunia industry. Diungkapkannya, bahwa dunia kerja sekarang semakin kompetitif dan banyak tuntutan. Perusahaan-perusahaan tidak hanya melihat nilai akademis pera pelamar, melainkan juga mempertimbangkan pengalaman kerja mereka (magang). Dijelaskannya, dengan magang mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba kehidupan nyata dunia kerja, sekarang bisa mengaplikasikannya ke dunia bekerja. Bukan hanya itu, tapi juga pengalaman berinteraksi dengan banyak orang, menghadapi masalah, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja. Lewat magang, seseorang juga bisa secara langsung mendeteksi passion mereka. Apakah pekerjaan di mana ia magang sesuai dengan passion-nya? Apakah ia menginginkan jenis pekerjaan tersebut sebagai karirnya, ungkap Selamet Tarno. Dengan magang di Jepang, para masiswa memiliki pengalaman kerja internasional, belajar untuk menerima tantangan, manambah wawasan, mengenal kebudayaan setempat. Selain itu, dengan magang di luar negeri alias jadi perantau, biasanya karakter seseorang akan terbentuk. Ia akan tumbuh menjadi orang yang lebih kuat dan mandiri serta lebih mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru.

Selain itu, memiliki pemahaman terhadap budaya lain, dapat membuat pola pikir seseorang lebih luwes, memiliki cara pandang yang lebih luas, dan tentunya, menghargai perbedaan (karena sudah mengalami hidup di tengah perbedaan budaya, bahasa, dan lain sebagainya). Hal ini tentu sangat penting untuk pengembangan diri yang pastinya memperkaya pengalaman hidup, ujarnya.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)