Rumput laut memang dikenal memiliki banyak manfaat yaitu sebagai bahan pangan, kosmetik, industri, kesehatan, bahkan sumber energi terbarukan. Penelitian mengenai manfaat rumput laut terus berkembang dan mulai diterapkan ke berbagai bidang, salah satunya adalah agronomi.

 

Selain sejumlah manfaat di atas, ternyata ekstrak rumput laut dapat mencegah serangan cucumber mozaik virus (CMV). Virus ini pertama kali ditemukan pada tanaman timun dan mampu menyerang tanaman-tanaman lain seperti melon, cabai, kacang, seledri, tomat, wortel, bayam, tebu, dan beberapa tanaman hias. CMV akan menyebabkan daun dan buah memiliki bercak-bercak kuning seperti mozaik, sehingga menurunkan produktivitas dan nilai jual dari komoditas tersebut.

 

Berawal dari kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Satria Yukiadi Santoso, mahasiswa tingkat akhir Departeman Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 50 (2013) melakukan penelitian mengenai manfaat dari rumput laut untuk mencegah penyakit tanaman tersebut. 

Di bawah bimbingan Dr. Mujizat Kawaroe dan Beginer Subhan, S.Pi, M.Si, Satria mengekstrak tujuh jenis rumput laut dengan pelarut metanol. Ekstrak tersebut kemudian dioleskan pada daun tanaman indikator, kemudian tanaman tersebut diinfeksi dengan cucumber mozaik virus. Setelah dilakukan infeksi, ternyata daun yang diberikan ekstrak rumput laut tidak menunjukkan adanya bintik-bintik kuning akibat dari serangan virus.

Selain dengan pengamatan visual, keberadaan virus pada daun juga diamati.

 

Hasil menunjukkan bahwa virus pada daun yang diberi perlakuan rumput laut tetap ada, tetapi tidak mampu menyebabkan infeksi yang ditandai dengan tidak adanya bercak kuning pada daun. Melalui penelitian ini diharapkan penggunaan ekstrak rumput laut mampu mengurangi intensitas serangan CMV pada tanaman, sehingga produktivitas dan nilai jual tanaman dapat terjaga. (EIR/NM)