UNAIR NEWS Mahasiswa S-2 Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) mendapatkan award dari PT Astra Internasional Tbk. Ialah Ronaldus Asto Dadut, yang mendapatkan penghargaan Satu Indonesia Awards tahun 2017, pada 18 Oktober, di kantor pusat Astra, Jakarta.
Asto mendapatkan award bidang kesehatan lantaran prestasinya yang sebagai perintis dan pengembang sebuah komunitas di Sumba. Komunitas itu bernama Jaringan Relawan untuk Kemajuan Manusia Sumba atau yang akrab disebut Kamunitas J-RUK Sumba.
PT Astra Internasional Tbk memberikan award kepada tujuh pemenang terpilih. Mereka masing-masing mewakili bidang pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, kesehatan, teknologi, dan satu kelompok.
Saya sebetulnya juga tidak tahu alasan bisa terpilih di bidang kesehatan. Padahal, kegiatan kami di Komunitas J-RUK Sumba bukan hanya bidang kesehatan, kata Asto.
Tujuh pemenang itu telah berhasil mengalahkan sejumlah 3.432 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelum ditetapkan sebagai penerima award, Asto bersama 12 finalis lain diundang ke Jakarta untuk presentasi terkait kegiatannya di Komunitas J-RUK Sumba serta visi misinya terhadap komunitas itu.
Mendirikan komunitas
Asto, laki-laki kelahiran Waitabula, Sumba Barat Daya, 20 Maret 1992, telah merintis Komunitas J-RUK Sumba sejak tahun 2014 silam. Dalam perjalanannya, banyak kegiatan yang dilakukan Asto dan teman-teman di komunitas J-RUK Sumba.
Berbagai kegiatan itu meliputi edukasi preventif tentang bahaya human trafficking (perdagangan manusia) dan pendampingan korban, edukasi preventif tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membantu anak-anak untuk dapat pelayanan kesehatan, gerakan literasi, serta masih aneka kegiatan sosial lainnya.


Saya bersama teman-teman merintis komunitas ini karena tahun itu masalah perdagangan manusia di NTT cukup tinggi, khususnya di Pulau Sumba. Sehingga, kami mencoba mengambil peran dengan melakukan kegiatan edukasi sosialisasi preventif tentang bahaya human trafficking, ujar Asto.
Selain itu, Asto mendirikan komunitas karena ingin memiliki wadah bagi anak muda menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik.
Pemilihan penerima awards 2017 ini melibatkan panelis dari PT Astra International Tbk dan Tempo Media Group. Juga, lima panelis ternama. Mereka adalah Menteri Kesehatan RI Prof Nila Moeloek, Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Indonesia Prof Dr. Emil Salim, Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Prof Fasli Jalal, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni, Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo, Komisaris PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti, Head of Public Division PT Astra Internasional Tbk Yulian Warman, dan Riza Deliansyah dari PT Astra Internasional Tbk. (PIH UNAIR)