[Unpad.ac.id, 1/03/2017] Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unpad meraih Juara III Literature Review-Poster Ilmiah Scripta Research Festival 2017 yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, 4-6 Februari 2017 lalu. Studi literatur yang mereka buat yaitu mengenai pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dengan menggunakan sel punca.

Devi Agustin Setiawati, Diah Kartikasari, dan Gabriella Adita Tarigan, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unpad yang meraih Juara III Literature Review-Poster Ilmiah Scripta Research Festival 2017 yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, 4-6 Februari 2017 . (Foto oleh : Tedi Yusup)*

Tiga mahasiswa tersebut yaitu Devi Agustin Setiawati, Diah Kartikasari, dan Gabriella Adita Tarigan. Mereka meraih prestasi tersebut atas karyanya yang berjudul “Induced Pluripotent Stem Cells-derived Mesenchymal Stem Cell (iPSCs-MSC): inovasi Terkini Manajemen Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Melalui Induksi Regenerasi Sel Epitel Paru-Paru via Tunneling Nanotube (TNT) Structure-Mediated Mitochondrial Transfer dengan Instalasi Intratrakea”.

“Awalnya waktu Babak Penyisihan kami membuat literature review secara tertulis, ketika pengumuman masuk ke final kami diminta membuatnya menjadi poster ilmiah,” ungkap Devi.

Diungkapkan Devi dan tim, mereka bukanlah satu-satunya tim dari FK Unpad yang berhasil menjadi finalis dalam Scripta Reserach Festival 2017. Dalam kegiatan tersebut, FK Unpad sendiri meloloskan 2 tim untuk kompetisi Literature Review, 1 tim kompetisi Essai Ilmiah, dan 1 tim kompetisi Poster Edukasi Publik. Namun hanya Devi dan tim yang berhasil meraih gelar juara.

Menurut Devi dan tim, saat ini di Indonesia belum banyak penelitian mengenai manajemen pengobatan PPOK. Padahal, cukup banyak penderita PPOK  di Indonesia. Salah satu penyebab utama penyakit mematikan ini adalah aktivitas merokok yang dilakukan lebih dari 10 tahun.

“Selama ini manajemenya hanya mengurangi gejalanya dan mencegah agar tidak sampai ke komplikasi,” ujar Devi.

Meski telah diberi manajemen pengobatan, biasanya paru-paru penderita PPOK akan sulit untuk kembali sehat. Dari studi yang mereka lakukan, diketahui bahwa sel punca iPSCs-MSC memiliki potensi untuk memperbaiki paru-paru yang telah rusak akibat PPOK, dengan cara memasukkan sel punca tersebut ke saluran pernafasan.

“Jika selama ini dianggap pederita PPOK paru-parunya sudah rusak dan tidak bisa kembali lagi, kami ingin menunjukkan bahwa ada ide yang bisa membuat paru-parunya bisa sehat lagi. Karena ini baru literature review, kami berharap kedepannya akan ada penelitian lebih lanjut mengenai ini, karena sejauh ini baru dilakukan di hewan coba mencit,” tutur Devi.

Prestasi yang mereka raih pada ajang tersebut pun menjadi motivasi mereka untuk berkarya lebih baik lagi, termasuk dalam hal membuat penelitian.Diharapkan pula, prestasi ini turut memotivasi mahasiswa Unpad lain untuk terus berkarya.

“Semoga literature review yang kami buat ini dapat memotivasi juga para peneliti dan mahasiswa lain untuk meneliti manajemen pengobatan penyakit-penyakit, salah satunya PPOK,” harap Diah.

Laporan oleh: Artanti Hendriyana/wep