Makin banyaknya titik-titik banjir di kota Semarang, nampaknya menggugah berbagai pihak untuk mulai sekaligus mencegah bencana alam ini. Keprihatinan akan bencana banjir ini disikapi positif oleh Liwansha Zuardi, salah satu mahasiswa tingkat akhir Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro . Liwa ini membuat suatu game aplikasi yang mengajarkan penggunanya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, yang diberi judul “Garbage Drain.”

“Penanggulangan banjir, yang terjadi khususnya di Semarang ini, dapat dilakukan dengan menyadarkan masyarakat. Salah satunya dengan menjaga lingkungan dari sampah yang ada di saluran air, baik selokan maupun sungai. Untuk itu game ini mengharuskan pemainnya untuk mengambil sampah-sampah yang sedang melewati sungai,” tutur Liwa.

Pertama-tama, pemain game ini diharuskan melakukan demo untuk memilih alat apa yang digunakan untuk berbagai macam sampah. Ada 3 alat yang disediakan, diantaranya garpu selokan, sarung tangan, dan penusuk plastic. Setelah lancar melakukan demo, selanjutnya bisa melanjutkan ke level 1 dan level 2. Di level pertama, pemain game harus mengambil sampah-sampah yang lewat di sungai dengan arus searah. Sedangkan pada level 2 arus akan berasal dari 2 arah.

“Game ini cocok dimainkan oleh anak-anak. Dengan pengenalan pencegahan bahaya sampah yang dapat berakibat banjir sejak dini, maka anak-anak akan makin sadar akan bahaya banjir,” tambah Liwa yang telah mengujicobakan permainan ini di SD Batursari 5 Mranggen kawasan Pucanggading.

Game “Garbage Drain” ini dipamerkan pada saat pameran Tugas Akhir (TA) DKV Udinus yang diberi judul “MS WORD pada Rabu hingga Jumat (1-3/3). Pameran dalam rangka syarat untuk menempuh sidang skripsi/TA ini diikuti 51 orang dari berbagai peminatan, yakni corporate identity, branding, iklan layanan masyarakat (ILM), media promosi, multimedia, dan game. (*humasudinus)