img_8355-kcl-1200x800

Oleh : Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng

Tidak salah jika Indonesia terus mendorong Pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi nasional, pasalnya berbagai sudut beranda di negeri khatulistiwa ini dinilai penuh dengan keindahan alam yang menakjubkan.

Lombok Utara merupakan salah satu diantara surga wisatawan yang cukup mencengangkan dunia, yaitu daerah yang memiliki keindahan pantai yang cukup mempesona.

Pesona Lombok Utara yang sudah tidak terpungkiri keindahan alamnya menjadi impian dunia dan menjadi  “magnet” bagi setiap pengunjung yang pernah hadir dan singgah di kabupaten ini untuk dapat kembali lagi menikmati keindahanan pantai yang tidak ada duanya di belahan lain manapun di dunia.

Hal itu diantaranya terlihat di Kompleks pariwisata “Gili” yang menawarkan modernisasi bernuansa seni yang berbalut kemajemukan budaya lokal nan ramah.

Megahnya bangunan Masjid seakan melengkapi garis tapak wisata religius di bumi Lombok Utara, bahkan keindahan itu disempurnakan dengan desiran air terjun alami yang kemudian dijadikan sebagai sebuah “primadona” wisata di kabupaten ini.

Dibalik sejumlah keindahan yang dimiliki, Kabupaten Lombok Utara juga diuntungkan oleh posisi strategis daerah tujuan pariwisata, yaitu berbatasan dengan Pulau Bali dan akses ke Laut Banda yang mudah. Posisi strategis ini  menjadikan Lombok Utara melejit menjadi daerah destinasi wisata papan atas di Indonesia.

Namun seiring dengan tuntutan kemajuan, dengan hanya mengandalkan wisata sebagai satu-satunya komoditas andalan mendukung ekonomi lokal adalah sulit dipertahankan untuk menjadikan Kabupaten Lombok Utara berdaya saing.

Oleh karenanya berbagai potensi sumberdaya alam digali, diteliti dan dikembangkan menjadi sumber-sumber ekonomi produktif. Jika melihat posisi strategis dari aspek perdagangan,  jalur perhubungan laut dengan Selat Lombok adalah jalur laut yang semakin ramai dilalui, dari arah timur tengah menjadi lalu lintas distribusi bahan bakar minyak dan dari Australia merupakan jalur distribusi mineral logam menuju Asia Pasifik, tentu memungkinkan digali sehingga dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara yang tahun ini genap berumur delapan tahun, secara empiris pada usia yang terhitung masih muda ini sebuah pemerintahan sedang giat-giatnya berusaha untuk terus menjadi mandiri dan berusaha untuk selalu dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dan memanfaatkan peluang untuk mensejahterakan rakyatnya, karena dengan begitulah kehormatan sebuah pemerintahan akan terbangun dengan sempurna.

Kemajuan yang menuntut sumber-sumber ekonomi lokal, menjadikan kebutuhan akan perlindungan dari “orang tua” dalam hal ini Provinsi tidak lagi dapat diandalkan sebagai pendukung utama pembangunan, oleh karena itu meskipun otoritas Provinsi dan Pusat tetap dibutuhkan, sebuah pemerintahan kabupaten yang “otonom” bertekad secara bergotong-royong membangun kabupaten melalui peningkatan nilai tambah hasil produktif sumberdaya alam yang dimiliki.

Salah satu stimulasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ruang kreasi yang seluas luasnya bagi masyarakat untuk mengekplorasi segala sumber daya yang lokal ada dengan memaksimalkan sumberdaya manusia lokal yang kompeten untuk itu.

ganggawaterfall2-721x10242x

Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan sumberdaya alam tersebut?

Sumber daya alam merupakan kekayaan alam yang diciptakan oleh Tuhan untuk kesejahteraan manusia.

Mencapai kesejahteraan berarti mampu menciptakan dua pekerjaan utama yaitu bagaimana menghasilkan barang dan jasa.

Barang akan terpakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makanan, minuman, perabot rumah tangga, serta hal lainnya. Perhatikanlah bagaimana petani menghasilkan padi, jagung, serta komoditas lainnya, pengrajin menghasilkan meja, kursi, dan kerajinan lainnya, dan peternak menghasilkan telur, daging, dan susu.

Jasa adalah pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti pendidikan, layanan kesehatan, layanan transportasi, dan lain-lain. Perhatikanlah bagaimana guru berjasa dalam pendidikan, dokter berjasa dalam kesehatan dan sopir berjasa dalam layanan transportasi.

Dengan kemajuan teknologi maka “mengolah” sumber daya alam untuk mendatangkan manfaat yang sebanyak-banyaknya dapat direalisasikan. Dalam upaya mengolah sumber daya alam, ada yang dapat dimanfaatkan secara langsung, ada pula yang harus diolah dengan menggunakan teknologi. Sumber daya alam dan teknologi mempunyai hubungan timbal balik di mana keduanya saling membutuhkan.

Teknologi memberi pengaruh terhadap eksploitasi sumber daya alam, sehingga dapat diolah secara maksimal tanpa merusak habitat yang ada. Misalnya, untuk mengebor sumber daya alam berupa minyak bumi dibutuhkan teknologi yang lebih canggih. Pemanfaatan teknologi yang maksimal dibutuhkan pula dalam mengelola sumber daya alam seperti kertas dan pembuatan pakaian.

Sumber daya alam diolah dengan teknologi sehingga menjadi produk yang  memiliki nilai tambah lebih baik. Contoh sederhananya adalah, pasir besi digunakan sebagai bahan penyusun pembuat baling-baling kincir angin, menjadikan karakteristik yang dimiliki oleh pasir besi berbeda dengan karakteristik yang dimiliki baling-baling kincir angin.

Benda-benda yang dibuat dengan teknologi menjadi sangat berbeda dengan bahan asalnya. Pembuatan peroduk yang memerlukan teknologi sederhana semisal pembuatan tempe dan tahu dari bahan dasar kedelai memiliki nilai tambah yang berbeda dengan pembuatan benda-benda yang memerlukan teknologi yang agak rumit, misalnya pembuatan kertas dari kayu, pembuatan kain, dan pembuatan barang-barang dari karet.

Lombok Utara Kota 1000 Masjid.

Upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kawasan pariwisata dengan berorientasi pada pengayaan budaya lokal berbasis budaya dan nilai religius merupakan respon pemerintah daerah yang didukung oleh segenap komponen masyarakat di kabupaten Lombok utara.

Kota dengan 1000 masjid merupakan salah satu ikon yang dibentuk untuk menarik minat para wisatawan dari timur tengah untuk dapat berkunjung di wilayah kabupaten yang berpenduduk 200 ribu jiwa ini.

Upaya menciptakan wisata syariah dapat dilakukan dengan mentransformasikan beberapa hal yang terkandung dalam budaya lokal yang cenderung mengurangi kepatutan syariah dari wisata syariah itu sendiri, sehingga wisata syariah merupakan produk yang tidak hanya diterima sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata semata, melainkan juga diterima sebagai kearifan lokal yang telah berasimilasi seiring dengan berkembangnya zaman.

Tata-laksana dalam merealisasikan hal tersebut adalah dengan menciptakan kawasan Islamic Sains Technopark yang berfungsi sebagai :

Pertama, Pusat inkubasi untuk mentransformasikan budaya melalui sebuah pembangunan fisik hotel dan restoran sebagai tempat yang nyaman, ramah, serta aman dari segala unsur atau hal-hal yang tidak baik.

Pembangunan infrastruktur hotel dan restoran dapat menuansakan kreatifitas seni Islam seperti kaligrafi, seni ukir, seni pahat seperti masjid-masjid di daerah Lombok utara yang menyajikan nilai nilai arsitektur tinggi dengan mengambil beberapa model contoh dari provinsi lain.

Kedua, menghidupkan kembali keberadaan wisata budaya Islam di hotel syariah maupun di lokasi wisata syariah. Wisata yang dimaksudkan disini adalah seperti konsep yang disampaikan oleh Sawqi Saad El Hasan yaitu penyajian dan pengenalan berbagai bentuk kebudayaan tradisional yang berbasis islam kepada para wisatawan.

Bentuk-bentuk kebudayaan tradisional yang dimaksudkan adalah seperti wayang golek, sekaten, grebeg suro, seni musik hadrah, tari saman aceh, seni musik santriswaran, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk kebudayaan ini sebenarnya memiliki daya tarik tinggi tetapi karena jarang dipertunjukkan secara rutin, para wisatawan mengalami kesulitan untuk menyaksikannya.

Jadi apabila dikemas secara baik dalam bentuk festival kebudayaan, maka akan menghasilkan dua keuntungan.

Keuntungan pertama festival tersebut memiliki nilai jual untuk pariwisata dan keuntungan kedua adalah memiliki nilai pelestarian terhadap kebudayaan itu sendiri.

Sehingga pengunjung hotel akan merasa nyaman tinggal di hotel yang dikemas dengan nuansa kebudayaan yang didukung dengan keberadaan kebudayaan lokal yang Islami.

Ketiga, melibatkan dan memberdayakan sumber daya manusia lokal atau setempat yang ada dalam jangkauan wilayah wisata syariah.

Dengan memberdayakan sumber daya manusia lokal, kita juga telah memberikan mereka kesempatan untuk mempelajari dan memahami transformasi kebudayaan yang hendak dicapai serta membantu perekonomian mereka secara langsung.

Caranya bisa dengan memberikan pelatihan wirausaha ekonomi kreatif, merekrut mereka menjadi seniman lokal yang mementaskan kesenian khas daerah wisata syariah, kemudian bisa dijadikan karyawan agar menjadi Sumber Daya Madani dalam menjalankan hotel syariah, kemudian juga dengan memberikan tempat usaha yang terintegrasi dengan tempat wisata maupun hotel syariah, sebagai sarana usaha yang berbasis bagi hasil untuk mereka dalam meningkatkan perekonomiannya.

Keempat, pengawasan pemerintah yang memiliki “andil” langsung jika wisata syariah ingin menjadi primadona baru layaknya Negeri Matahari Terbit, Negeri Jiran, maupun Negeri Gingseng.

Pemerintah harus membentuk kelompok kerja pengawas yang terintegrasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kelompok kerja ini mungkin bisa berbentuk Satuan Kerja Pemerintah Daerah yang setingkat dengan Dinas.

Dengan terbitnya Undang-Undang Jaminan Produk Halal, maka akan lebih memudahkan gerak SKPD ini untuk mengkoordinasikan Pemerintah Provinsi, Institusi Kementerian dan MUI dalam menggalakan wisata syariah.

Dengan terbentuknya tim ini, maka pengembangan wisata syariah diharapkan akan lebih terarah dan tidak merugikan sektor lain.

Di dalam perspektif keislaman terdapat banyak sekali “dalil dalil” yang menjadi acuan peneliti dunia dalam mengembangkan penelitian di bidang Ilmu dan Pengetahuan, seperti kedokteran, pemerintahan, astronomi, matematika, geologi dan cabang ilmu pengetahuan lain.

Disinilah peran Al Qur’an menjadi penting, dengan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang “negative” sebagai dampak berkembangnya ilmu pengetahuan dan Teknologi.

Ketika agama senantiasa menjadi tuntunan untuk menjalani kehidupan maupun pemerintahan. Maka otomatis nilai aqidah keislamanlah yang akan menjadi landasan IPTEK.

Dalam perspektif itu “bukan” berarti bahwa ilmu astronomi, geologi, agronomi maupun cabang cabang ilmu tersebut harus didasarkan pada ayat tertentu dalam Al Qur’an, tetapi yang dimaksud adalah konsep IPTEK wajib berstandar kepada Al Qur’an & Al Hadits,

Al-Qur`an memuat segala informasi yang dibutuhkan manusia, baik yang sudah diketahui maupun belum diketahui. Informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi pun disebutkan berulang-ulang dengan tujuan agar manusia bertindak untuk melakukan “nazhar”.

“Nazhar” adalah mempraktekkan metode, mengadakan observasi dan penelitian ilmiah terhadap segala macam peristiwa alam di seluruh jagad ini, juga terhadap lingkungan keadaan masyarakat dan historisitas bangsa-bangsa zaman dahulu.

Selain itu, kawasan Islamic Sains Technopark di Kabupaten Lombok Utara fokus pada enam riset penting yaitu:

(a) memaksimalkan sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu hutan dan hewan/ternak, dengan menjaga kerusakan (kepunahan) pada batas toleransinya agar selalu dapat terbarui. Hal ini berlaku juga pada hewan.

(b) Tanah pertanian sebagai sumber daya alam yang dapat diperbarui. Tanah dapat digunakan terus-menerus bila dipelihara dengan sebaik-baiknya.

Penambahan unsur hara dengan pemupukan merupakan salah satu cara dalam memelihara kondisi tanah yang akan dijadikan lahan pertanian menggunakan teknologi yang dirintis untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida yang kurang menguntungkan dengan menggunakan model kontrol biologis.

(c) Pusat studi pemanfaatan energi bersih untuk mendukung kawasan pariwisata, saat ini kendala energi yang terjadi di wilayah ini adalah “ketidak-stabilan” listrik.

Pemerintah daerah telah merencanakan untuk menciptakan energi bersih yang dapat mensuplai seluruh kabupaten Lombok utara,

(d) Pusat studi pengelolaan dan pemanfaatan limbah secara bersih yang memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi yang mampu mendaur ulang berbagai limbah menjadi produk produk yang dapat dijual kembali,

(e) Pusat Studi pengelolaan air bersih. Daerah wisata di kabupaten Lombok Utara selain yang terletak di daratan utama juga terletak di pulau pulau kecil kompleks Gili, sehingga membutuhkan dukungan air bersih yang cukup bagi pelaku industri pariwisata dan,

(f) adalah manajemen pengelolaan pariwisata. Investasi Pemerintah harus berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh melalui pajak, retribusi maupun pendapan lainnya, hal tersebut perlu direncanakan dengan sangat baik model tata kelolanya dalam bentuk program program yang dapat mendukung peningkatan PDRB masyarakat lokal Kabupaten Lombok Utara.

Dalam upaya mendukung hal tersebut, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi dapat menjadi “partner” yang tepat dalam penyiapan teknologi yang cocok untuk mendukung sektor pariwisata, baik melalui dukungan LPNK maupun dukungan jaringan pakar di seluruh perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga penyiapan infrastruktur dapat simultan dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang terampil dan berkompetensi.

Penulis adalah *Staf Ahli Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bidang Relevansi dan Produktivitas.

Sumber : http://www.visioner.id/opini/13574/lombok-utara-dalam-kontemplasi-daya-saing.html