Jakarta, Humas LIPI. Energi alternatif terbarukan sebagai pengganti bahan bakar minyak terus dikembangkan belakangan ini. Apalagi ketersediaan energi berbahan bakar minyak kian hari semakin berkurang. Salah satu energi yang tengah didorong pengembangannya adalah bioenergi, dimana salah satu turunannya adalah bioufuel.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun mendorong agar penelitian dan pengembangan bioufuel lebih dipergencar lagi. “Kami mendorong agar pengembangan industri biofuel terbangun dalam jalinan kerja sama antar negara-negara ASEAN,” kata Bambang Subiyanto kepada rekan media saat konferensi pers kegiatan The 2nd Seminar of Biofuel and IP Policy Consultation, Selasa (27/2), di Jakarta.

Dia menuturkan, dengan kolaborasi ilmuwan di berbagai negara, tentu pengembangan biofuel akan lebih efisien dan harganya mampu bersaing dengan bahan bakar minyak. “ASEAN, khususnya Indonesia pun bisa berkolaborasi dengan Korea Selatan dalam pengembangan teknologinya,” sambungnya.

Oleh karena itu, kata Bambang, penyelenggaraan seminar kali ini penting bagi Indonesia, ASEAN, dan Korea Selatan yang menaruh perhatian lebih pada pengembangan teknologi biofuel. Dalam hal ini, Korea Selatan diwakili oleh The Korean Invention Promotion Association (KIPA) dan Indonesia diwakili oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Chel Hwan Kang, Vice President KIPA, menuturkan bahwa The 2nd Seminar of Biofuel and IP Policy Consultation adalah program lanjutan antara 10 negara anggota ASEAN dan Republic of Korea (ROK). “Kami merasa beruntung bisa bertukar ilmu pengetahuan tentang pengembangan biofuel yang ke depan bisa menjadi energi masa depan,” ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya berupaya berbagi pengalaman tentang pengembangan biofuel di Korea Selatan. “Di negara kami, ada ketertarikan yang meningkat terhadap biofuel. Produksi terus bertambah seiring dengan penambahan konsumsinya,” ujarnya.

Beralih ke penyelenggaraan seminar, Kang menyebutkan bahwa seminar kedua yang diadakan oleh KIPA dan LIPI kali ini berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Korea Selatan, Indonesia, dan ASEAN akan pentingnya energi terbarukan, khususnya biofuel. Melalui diskusi para ahli diharapkan bisa memprediksikan bagaimana perkembangan IP dan masa depan teknologi biofuel untuk pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Sebagai informasi, topik yang akan dibahas dalam seminar diantaranya adalah Visi Komunitas ASEAN 2025, Masa Depan Paris Agreement tentang Perubahan Iklim dan ASEAN, Tren Kebijakan dan Industri Bio-energi, Strategi Komersialisasi Teknologi Biofuel, Perizinan dan Manajemen IP, Tantangan Teknologi Biofuel dan IP, Diskusi Tantangan dalam Produksi Biofuel, Model Bisnis Kanvas, Lokakarya Metodologi Pengembangan dan Model Bisnis untuk Komersialisasi Teknologi Biofuel. (pwd/ed: dig)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI