SEMARANG – Penelitian biogas yang dijalankan dosen Polines Suparni Setyowati, mengantarkan gelar doktor ilmu lingkungan yang diperoleh dari Undip.

Perempuan yang juga reviewer nasional Dirjen Belmawa Kemristekdikti itu, meraih jenjang keilmuan tertinggi, usai menjalani promosi terbuka di Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL), kemarin.

Uji pemikiran berkenaan disertasinya, yang berjudul ”Intergrasi Produksi Bersih dan Pengolahan Air Limbah Industri Kecil Tahu Menjadi Biogas sebagai Energi Terbarukan” dipimpin Dekan Sekolah Pascasarjana Undip Prof Dr Purwanto.

Selain itu, juga hadir Direktur Kelembagaan Kemristekdikti, Dr Totok Prasetyo yang menjadi bagian tim penguji.

”Secara keseluruhan riset ini melihat manfaat anaerobic sequencing batch reactor (AnSBR), untuk mendukung pengolahan limbah tahu.

Hasilnya, cukup bagus, karena limbah dapat diarahkan menjadi biogas guna memenuhi kebutuhan energi alternatif,” terang Ketua Forum Layanan Iptek Bagi Masyarakat (Flipmas) Jawa Tengah itu.

Energi Terbarukan

Menjalankan riset selama beberapa waktu, perempuan yang pernah menjabat Wakil Direktur Polines 2011-2014 tersebut, mendapat dukungan keilmuan, dari Purwanto sebagai promotor dan guru besar Prof Dr Budiyono selaku copromotor.

Dia mengatakan energi adalah bagian tak terpisahkan mendorong tercapainya kemajuan dan kesejahteraan manusia. Persoalannya, orang kini tak bisa sepenuhnya menggantungkan kebutuhan terhadap energi berbahan dasar fosil.

Selain karena tingkat pemanfaatanya yang acap tak ramah lingkungan, sumber daya pendukung energi tersebut, lamakelamaan menyusut. ”Oleh karena itu kami tawarkan pengembangan energi terbarukan dari limbah tahu.

Klasifikasinya adalah biogas, yang diperoleh dari pemanfaatan AnSBR dan lumpur selokan untuk akhirnya diperoleh gas metana,” ucap dia. Gas tersebut,yang akhirnya dipakai untuk berbagai kebutuhan terutama rumah tangga. (H41-42)

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/limbah-tahu-diolah-jadi-biogas/