Menjadi mahasiswa yang disibukkan dengan tugas dan ujian bukan menjadi penghalang niat mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk menyelenggarakan program pengabdian masyarakat. Lima mahasiswa yang terdiri dari Dedi Kurniawan, Kartika Wijaya, Nadita, Zufriyadi, dan Muhammad Levi Nurdiansyah yang tergabung dalam Polibatam English Club ini memiliki gagasanĀ  untuk melaksanakan kegiatan edukasi Bahasa Inggris yang berlokasi di Kampung Tua Bakau Serip Nongsa. Dibimbing oleh dosen Bahasa Inggris, Yosi Handayani dan Condra Antoni, Nadita dan kawan-kawan melaksanakan survei 2-3 daerah binaan di kota Batam, hingga akhirnya terpilihlah Kampung Tua Bakau Serip Nongsa.

 

Terpilihnya Kampung Tua Bakau Serip Nongsa juga bukan tanpa alasan. Terkenal akan pasir putih dan air lautnya yang biru dan jernih, merupakan faktor meningkatkan jumlah turis disana. Hampir setiap hari Kampung Tua Bakau Serip ini dikunjungi oleh warga Batam hanya untuk melihat keindahan pantai Bakau Serip. Melihat potensi pariwisata yang meluap, terutama dari turis internasional, mendorong Nadita, Dedi, Kartika, Zufriyadi, dan Levi untuk mengajar disana. Karena tidak hanya turis lokal, turis internasional juga kerap berkunjung ke pantai tersebut, dan tak jarang memberikan donasi untuk pengembangan sarana dan prasana pariwisata pantai Bakau Serip.

 

Nadita, selaku ketua kegiatan mengaku awalnya menargetkan para orang tua sebagai murid. Namun hal tersebut tampak sulit karena terkendala dengan pekerjaan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan Ibu Rumah Tangga. Akhirnya, munculah gagasan untuk mengajar anak-anak setempat yang masih bersekolah. Tanpa disangka, antusiasme adik-adik Kampung Tua Bakau Serip Nongsa begitu besar sehingga Nadita dan kawan-kawan harus membagi adik-adik binaan dari SD hingga SMA. Untuk materi pembelajaran disusun secara otodidak dengan fokus basic converastion dan writing dengan tujuan agar penduduk lokal mampu mempromosikan wisata Kampung Tua Bakau Serip Nongsa ke turis internasional.

 

Nadita berharap teman-teman Polibatam dan mahasiswa perguruan tinggi lainnya dapat lebih peka akan lingkungan sekitar, karena masih banyak masyarakat kota Batam yang belum tersentuh pendidikan, terutama masyarakat yang sudah bekerja masih banyak yang belum bisa menulis dan membaca. Zufriyadi menambahkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu bagian dari Tridharma Perguruan tinggi, ia berharap kegiatan ini bisa menginspirasi orang lain untuk menjadikan kota Batam lebih baik lagi.

Sumber berita: Humas Politeknik Negeri Batam