LAPAN mengikuti festival Kulminasi Matahari di tugu khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (21/3). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pontianak untuk memperingati hari tanpa bayangan yang tahun ini terjadi pada 21 Maret 2018.

 
Hari tanpa bayangan terjadi karena adanya kulminasi Matahari. Kulminasi Matahari di Kota Pontianak terjadi pada pukul 11.50 WIB. Saat itu, Matahari melintas di atas kepala sehingga mengakibatkan tidak adanya banyangan atau nir bayangan. Pada saat tersebut, Matahari terasa lebih terik Sembilan persen dibandingkan saat solstice. Namun, fenomena ini tidak akan berpengaruh pada perubahan percepatan ataupun gaya gravitasi Bumi dan Matahari. Peristiwa ini hanya menjadi pertanda perubahan musim di wilayah Indonesia.
Pjs. Walikota Pontianak, Mahmudah, dalam sambutannya mengatakan bahwa pada festival Kulminasi Matahari, masyarakat disuguhkan edukasi menarik dari LAPAN. Bentuk edukasi keantariksaan tersebut yaitu masyarakat dapa menimkati planetarium mini. Dengan demikian, acara ini bukan hanya menampilkan seni budaya melainkan juga untuk pendidikan. Ia berharap, LAPAN dan Kota Pontianak akan terus bekerja sama dalam berbagai penelitian dan penyelenggaraan edukasi keantariksaan bagi pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas LAPAN, Jasyanto, mengapresiasi Pemerintah Kota Pontianak karena telah melibatkan LAPAN dalam kegiatan Hari Tanpa Bayangan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil kerja sama yang telah ditandatangani oleh Kepala LAPAN dengan walikota Pontianak.
Ia menambahkan, dalam kegiatan ini, LAPAN memberikan pendidikan kepada masyarakat Pontianak, khususnya generasi muda, mengenai fenomena kulminasi Matahari secara saintifik. Ia berharap, kegiatan ini dapat menarik generasi muda Pontianak untuk mendalami pengetahuan tentang teknologi penerbangan dan antariksa. Untuk itu, para pelajar dan mahasiswa diperkenankan melakukan penelitian dan kunjungan ke Balai Pengamat Antariksa dan Atmosfer LAPAN di Pontianak.
Dalam Festival Hari Tanpa Bayangan, LAPAN menyajikan pertunjukan planetarium mini, peluncuran roket air, dan berbagai hasil penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa. Selain itu, LAPAN juga menggelar ceramah ilmiah berkaitan dengan kulminasi matahari yang disampaikan oleh Dr. Rhorom Priyatikanto. Rhorom menjelaskan tentang fenomena equinox dan dampaknya terhadap bumi serta konsep astrotourism.
LAPAN juga melakukan pengamatan langsung kulminasi Matahari melalui teleskop berkamera yang terhubung langsung ke monitor televisi. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami proses terjadinya kuliminasi matahari. Kegiatan ini ini akan berlangsung hingga 23 Maret 2018. Kulminasi Matahari akan kembali terjadi pada 23 September 2018.