PIH UNAIR – Sebagai salah satu kampus yang menyelenggarakan program bantuan biaya pendidikan Bidikmisi bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi, Universitas Airlangga selalu menerima mahasiswa Bidikmisi diseluruh program studi, salah satunya kedokteran. Jika persepsi masyarakat tentang kuliah kedokteran yang mahal, hal itu telah dibantahkan dengan dilantiknya 188 dokter baru oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR pada Rabu (25/7). Pasalnya, 14 di antaranya merupakan mahasiswa yang mendapat bantuan pendidikan Bidikmisi.

Banyak kisah, cerita, pengalaman dan perjuangan 14 dokter baru yang mendapat bantuan pendidikan Bidikmisi selama studi. Salah satunya ialah Moch Jazil Ainul Yaqin Nur Hidayat, dokter baru asal Nganjuk itu merasa sangat bersyukur bisa menempuh pendidikan dokter selama 3,5 tahun dan 2 tahun profesi dengan pembiayaan penuh dari beasiswa Bidikmisi.

Selama ini, mahasiswa yang akrab disapa Jazil itu hidup di Surabaya dengan mengandalkan uang saku tiap bulannya dari bantuan pendidikan Bidikmisi sebesar Rp. 600 ribu. Menurut Jazil, uang tersebut cukup untuk kebutuhannya sehari-hari, walaupun harus dengan cara super hemat. Ia pun mengaku bahwa dari bantuan pendidikan yang didapat, ia sempat beberapa kali menyisihkan uang untuk keluarga di Nganjuk.

Alhamdulillah semuanya cukup. Tentu berat sebenarnya, tapi ya kita harus qonaah. Jadi saya pun berusaha harus cukup rezeki segitu. Caranya, saya atur pengeluaraan untuk makan maksimal 10-15 ribu per hari, yaitu dengan cara masak nasi sendiri di kos dan lauknya kadang goreng tempe atau beli,” ungkap Jazil.

Mengenai iklim perkuliahan yang ia jalani, Jazil menuturkan bahwa pihak kampus tidak membedakan mahasiswa penerima bantuan pendidikan Bidikmisi dengan mahasiswa lainnya.

“Saya sangat bersyukur bisa kuliah di FK UNAIR. Meski sebagai penerima Bidikmisi, tidak ada sama sekali diskriminasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Pro. Dr. dr. Djoko Santoso dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah memberikan akses yang luas bagi masyarakat pra sejahtera untuk menempuh pendidikan tinggi. Untuk itu, menambahkan pernyataan Prof. Djoko, Dekan FK UNAIR Prof. Dr. dr. Soetojo menegaskan bahwa dengan adanya tenaga dokter baru bisa memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia.

“Jadi semua yang baru saja dilantik ini harus siap melakukan pengabdian. Terutama di daerah terpencil,” tuturnya.

Setelah pelantikan ini, para dokter baru akan melakukan pengabdian di beberapa daerah. (PIH UNAIR)