Yogyakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberikan kuliah umum dalam rapat terbuka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-68, Rabu (19/12/2017) di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta. Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara diantaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam kuliah umumnya, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya inovasi dalam perguruan tinggi. Sebab, di era globalisasi yang sangat dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, bahkan beberapa bidang pekerjaan bisa hilang karena digantikan oleh kemajuan teknologi.

“Perguruan tinggi harus menjadi peran sentral dalam pembangunan bangsa dan negara dalam menjawab tantangan zaman. Lahirnya teknologi bagaikan dua mata pisau, satu sisi mempermudah, tetapi di satu sisi membuat beberapa pekerjaan hilang, disinilah peran perguruan tinggi untuk menghadapinya,” ujarnya.

Selain menyampaikan pentingnya inovasi, Presiden Jokowi juga kembali menekankan peran Perguruan Tinggi khususnya UGM untuk membangun ekosistem kewirausahaan agar dapat bersaing secara global. Ia pun berharap perguruan tinggi tidak menyulitkan para mahasiswanya yang ingin berwirausaha, tetapi mendukung penuh.

“Saat ini Indonesia berada di peringkat 90 dari 137 untuk bidang entrepreneursip, sangatlah rendah. Mahasiswa saat ini harus didorong jiwa entrepreneursipnya agar dapat bersaing di pasar global. Saya harap perguruan tinggi dapat memfasilitasinya,” tegas Presiden.

Mengenai peran perguruan tinggi, Presiden Jokowi meminta perguruan tinggi dapat memfasilitasi ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus dengan cara Co-Working Space dan Creative Hub. Lewat cara ini nantinya mahasiswa agar dapat berinovasi dan berjejaring dengan para inovator lainnya.

Di akhir kuliah umumnya, Presiden Jokowi berharap UGM dapat menjadi contoh dalam perubahan besar di dunia IPTEK, dapat melahirkan inovasi bagi bangsa Indonesia, dapat memenangkan kompetisi internasional dalam berbagai bidang akademis maupun non akademis, dan dapat menjadi ekosistem kewirausahaan nasional yg berdaya saing global. (ABP)

Foto oleh Kemensetneg RI