Semarang- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir hadir dalam peringatan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (UNNES) ke-53, di Auditorium Prof. Wuryanto Sekarang Gunungpati UNNES Semarang (29/03/2018). Dalam usianya ke-53 UNNES telah masuk pada fase matang dan UNNES terus melakukan inovasi dan prestasi. Catatan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, UNNES menunjukkan sejumlah inovasi bukan hanya pada skala nasional, melainkan mencakup level internasional telah ditorehkan.

Dalam pembuka orasi Ilmiahnya Menristekdikti Mohamad Nasir, mengucapkan selamat dan sukses atas kebarhasilan capaian UNNES selama 53 tahun, manapaki karirnya sebagai universitas perguruan tinggi, pada saat ini telah mencapai akreditasi A, atau akreditasi Unggul. Perkembangan teknologi yang cepat saat ini membuat Mohamad Nasir mengajak seluruh perguruan tinggi, khususnya untuk seluruh jajaran civitas UNNES untuk meningkatkan reputasi internasional perguruan tinggi agar dapat bersaing di tingkat global di era digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0.

 

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, teknologi akan hadir dalam kehidupan kita”, ucap Menteri Nasir.

Memasuki revolusi industri 4.0, era disrupsi teknologi, diperkirakan 75-375 juta orang di dunia akan beralih profesi, dan akan muncul profesi baru karena dampak pertumbuhan teknologi yang begitu cepat. Hal ini membuat perguruan tinggi dituntut untuk siap menghadapi perubahan teknologi.

Menghadapi revolusi industri 4.0 rektor diminta untuk terus memperhatikan dosen untuk memiliki kompetensi inti, yang akan dibutuhkan pada revolusi industri 4.0. Lulusan perguruan tinggi sangat bergantung dengan kualitas sistem pembelajaran di kampus dan kualitas dosen yang mengampu mata kuliah. ” Realitanya di perkembangan teknologi saat ini masih banyak lulusan tidak memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diambil dalam bidangnya,” tutur Nasir.

Dalam dies Natalis UNNES yang ke 53 Menteri Nasir berharap ” UNNES bisa menjadi perguruan tinggi yang masuk ke dalam kelas dunia, serta lulusannya bisa menjadi yang terbaik di negeri sendiri serta bisa membangun negera Indonesia ke depan menjadi lebih baik, Dirgahayu UNNES yang ke-53 semoga makin sukses dan makin jaya,” tutup Menristekdikti.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan pada kesempatan yang sama  mengatakan tak ada alasan untuk pesimis menghadapi masa depan Indonesia. Ketua MPR menegaskan sejarah bangsa ini adalah bangsa petarung. Optimisme menatap masa depan Indonesia bagi Zulkifli Hasan salah satunya dimulai dari Universitas.

 

“Dari kampus, dari pendidikanlah kita menghadirkan masa depan yang lebih baik. Bangsa yang maju, pasti maju pendidikannya, tidak tergantung pada Sumber Daya Alamnya. Lihatlah Singapura, Jepang apa sumber daya mereka? Nggak ada, tapi negaranya maju. Karena pendidikan, karena ilmu pengetahuan,” tutup Zulkifli.

 

Rektor UNNES Fathur Rokhman mengatakan dalam perkembangan jaman UNNES harus mampu menjawab tantangan di era Disrupsi teknologi dan membuat sejarah baru sebagai lembaga pendidikan tinggi berkelas dunia.Fathur Rokhman juga mengajak seluruh civitas akademik UNNES untuk terus meningkatkan kinerja, untuk mencapai standar akreditasi internasional.

“Dirgahayu UNNES majulah pendidikan Indonesia, mari kita jadikan Dies Natalis untuk lebih mencintai UNNES dan Indonesia. Jayalah UNNES jayalah Indonesia,”tutup Rektor UNNES.

Dies Natalis ke-53 UNNES turut dihadiri  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Pangdam IV Diponegoro Semarang Mayjen TNI Wuryanto, dan Beberapa Rektor PTN, Rektor PTS, Koordinator Kopertis dan tamu undangan lainnya. (AP)

Galeri