Gianyar – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meresmikan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) di Kabupaten Gianyar Bali, pada Rabu (9/11). Puspa Iptek di Gianyar ini resmi menjadi science center ke 19 yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti sejak dimulai pertama kalinya pada tahun 1991 di Jakarta. Kegiatan peresmian yang diselenggarakan di Balai Budaya Gianyar ini dilakukan oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule, didampingi Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata.

“Misi pendirian Pusat Peraga Iptek adalah untuk menumbuhkembangkan pemahaman dan apresiasi masyarakat mengenai pentingnya Iptek dalam pembangunan bangsa, serta membangkitkan motivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan. Untuk itu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan menjalin kemitraan di antara pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha atau industri, perguruan tinggi, maupun masyarakat, agar terus membangun kolaborasi dan komitmen, memberi perhatian kepada pengembangan budaya iptek di daerah,” Demikian disampaikan Ophirtus saat membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Sementara itu, Agung Bharata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan Kemenristekdikti dalam upayanya mendorong pengembangan iptek di Gianyar, dan di Bali pada umumnya. “Keberadaan Puspa Iptek ini akan mampu mendorong tumbuhnya masyarakat yang kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing global,” tegasnya. Selain itu, keberadaan Puspa Iptek di daerah juga dinilai sangat strategis karena dapat menjadi wahana pelengkap pembelajaran kognitif, psikomotorik dan efektif bagi generasi muda.

Selain dilengkapi dengan 40 unit alat peraga teknologi, Puspa Iptek Gianyar ini juga memamerkan produk-produk lokal hasil kreativitas masayarakat Gianyar. Kemenristekdikti sendiri, memberikan bantuan insentif berupa 10 jenis alat peraga interaktif seperti alat Peraga Menurun Ke Atas, Katrol, Halilintar, Bola Listrik, Gyro Extreme, Jembatan Lengkung, Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi vs Daya, dan Baterai Tangan. Menurut Ophirtus, alat peraga iptek ini merupakan sarana pendidikan di luar sekolah yang strategis dalam menumbuhkembangkan pemahaman masyarakat terhadap iptek, karena selain sebagai pembelajaran, di dalamnya juga terdapat unsur hiburan. “Dengan adanya alat peraga Iptek, masyarakat dapat mengenal iptek dengan mudah, menarik, atraktif, dan inspiratif, melalui berbagai kegiatan peragaan yang interaktif,” ujarnya.

Bagi Agung Bharata, bantuan alat peraga iptek ini memiliki makna dan manfaat yang sangat besar untuk siswa siswi, para pendidik dan masayarakat umum di Kabupaten Gianyar. Hal ini menjadi upaya pembelajaran iptek untuk mendorong keterampilan berpikir dan daya nalar ilmiah generasi muda dalam membangun masyarakat berlandaskan iptek. Ia juga menambahkan, untuk lebih mengoptimalkan manfaat keberadaan Puspa Iptek ini, akan dibuat jadwal kunjungan secara reguler bagi siswa siswi dan pendidik, sehingga diharapkan mereka terinspirasi dan memiliki pemikiran iptek, mulai dari mengetahui, memahami, menggali, dan memanfaatkan iptek itu sendiri.

Lebih lanjut, Ophirtus mengharapkan agar manajemen Puspa Iptek dapat dikelola secara profesional sehingga kemanfaatannya terjaga, tidak membebani keuangan daerah, dan terjalin simbiosis mutualisme antara pemerintah daerah dan stakeholder untuk pengembangan budaya iptek di masa yang akan datang. “Ke depan, upaya perintisan pendirian Puspa Iptek di daerah akan terus dilakukan sehingga masyarakat seluruh provinsi di Indonesia dapat mencoba dan menikmatinya. Untuk itu, Kemenristekdikti akan lebih intensif mendorong, menginisiasi dan mengupayakan agar pemerintah daerah dapat merespon pentingnya membangun science center di wilayahnya masing-masing,” tandasnya. (PSP)