Dalam mendukung pengembangan industri dan ketersediaan tenaga kerja pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mendukung penuh pendirian politeknik 12 KEK tersebut.
12 KEK tersebut adalah Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Pulau Morotai (Maluku Utara), Tanjung Api-api (Sumatera Selatan), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Maloy Batuta Trans Kalimantan, MBTK (Kalimantan Timur).
Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, nanti industri di KEK tersebut akan banyak menghasilkan produk ekspor ke luar negeri. Problemnya adalah tenaga kerja. Maka, Kemenristekdikti mendukung di setiap KEK harus ada politeknik.
“Saya akan dorong, semua KEK bisa ada politeknik yang bisa mensupplay tenaga kerja siap pakai,” ungkap Nasir saat di wawancara salah satu anchor televisi swasta di Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Cikarang, Jawa Barat, pada hari Senin (13/11).
Menurut Nasir mendirikan politeknik untuk KEK ini masuk dalam program revitalisasi perguruan tinggi vokasi yang dilakukan Kemenristekdikti. Salah satu kebijakan Kemristekdikti dalam revitalisasi juga mencakup pada kurikulum, pengembangan dosen dan teaching industry.
“Sistem pendidikannya kita ubah menjadi sistem 3+2+1. Tiga semester kuliahnya, termasuk di dalamnya laboratorium, dua semester di industri, satu semester dari industri ke kampus untuk selesaikan tugas akhirnya,” lanjut Nasir.
Menristekdikti juga memberikan pengakuan lebih untuk lulusan politeknik dan akademi atau pendidikan vokasi (diploma) di seluruh Indonesia. “Harapannya setelah sistem 3+2+1 ini, lulusannya harus mendapatkan dua hal, yaitu  ijazah dan sertifikat kompetensi.
“Misalnya, saya (belajar menjadi) pengelas, saya akan mendapatkan sertifikat pengelasan, apakah nasional atau internasional,” kata Nasir yang didampingi Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar.
Menristekdikti Nasir mengunjungi ATMI Cikarang untuk melihat langsung proses praktik industri oleh mahasiswa, selain juga melihat laboratorium dan teknologi sirkulasi udara terbaru pada gedung perkuliahan. (Tom)