UNAIR NEWS – Dalam rangka memperkaya pengalaman serta meningkatkan kemampuan, Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan fasilitas magang bagi para tenaga kependidikan (tendik). Baru-baru ini, terhitung sejak 3 hingga 7 Desember 2017, sebanyak 16 tendik UNAIR mengikuti program staff exchange di Management Science University (MSU) Malaysia.

Kegiatan dengan nama ”Training of Trainers: Roles of Adminstration Staff in Internationalizing Higher Education Institution” selama empat hari tersebut diikuti tendik dari berbagai unit di UNAIR. Mereka berasal dari Badan Perencanaan dan Pengembangan, Direktorat Kemahasiswaan, Fakultas Hukum (FH), Pusat Informasi dan Humas, Direktorat Sumber Daya Manusia, PPJPI (Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah), Direktorat Keuangan, Badan Pengawas Internal Sekretaris Universitas, Airlangga University Press (AUP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Perpustakaan UNAIR yang telah mengikuti serangkaian seleksi internal.

Di MSU, para tendik UNAIR sharing banyak terkait setiap unit kerja. Mereka melakukan kunjungan ke perpustakaan, student and career developmentinternational office, MSU Product Briefing. Tendik juga diajak berkeliling kampus MSU.

Pembukaan staff exchange itu disambut oleh dekan International for Halal Studies MSU. Dalam kesempatan tersebut, dekan menyatakan bahwa staff exchange itu adalah program kali pertama yang dilakukan atas kerja sama antara MSU dan UNAIR.

”Ini program pertama yang diterima MSU untuk staff exchange. Dan, ini pengalaman pertama baik MSU maupun UNAIR,” ujar dekan.

Kepala Sub Direktorat Pengembangan SDM dan Organisasi Fadli Ama, S.T., M.T. mengungkapkan, staff exchange bertujuan memberikan pengetahuan kepada para staf tentang cara memberikan pelayanan prima terhadap stakeholder. Termasuk memberikan perubahan mindset bahwa bekerja harus total disertai dengan kreativitas yang tinggi.

”Mudah-mudahan staff exchange UNAIR yang terpilih mampu menjadi virus di lingkungan kerja masing-masing. Jadi, tercipta budaya kerja yang positif sehingga mampu memengaruhi lingkungan kerja secara keseluruhan,” tutur Fadli.

Tri Suksmono Asung Raharjo, tendik yang terpilih dari FH, menyatakan bahwa ilmu yang didapat ketika magang sangat bermanfaat untuk diaplikasikan di tempat kerjanya.

”Kami mendapat ilmu, motivasi, serta semangat kerja yang baru. Yang itu bisa diaplikasikan di tempat kerja dengan disesuaikan kondisi kerja masing-masing. Ke depan, program ini harus terlaksana lagi dengan orang-orang dan tujuan kampus yang berbeda. Yang lebih kompeten di bidangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, staff exchange dari PIH Anindya Anandita mengakui bahwa program tersebut sangat bermanfaat bagi kedua pihak, khususnya UNAIR. Sebab, melalui program itu, tendik UNAIR dapat mengambil pelajaran-pelajaran baik yang bisa diterapkan di setiap unit tempat mereka bekerja.

”Menariknya, perpustakaan di sana, ada QR code pada setiap buku. Jadi, setiap mahasiswa yang punya aplikasi reader bisa melihat summary dan daftar isi lewat aplikasi ini,” tutur Anin.

Selain itu, pelajaran yang didapat Anin di MSU adalah jumlah tendik yang sangat efisien. Di perpustakaan, misalnya. Hanya ada sepuluh petugas perpustakaan yang dimiliki MSU. Padahal, di sana, ada delapan fakultas dan 150 jurusan. Jadi, setiap librarian masing-masing memegang dua fakultas. (PIH UNAIR)