Kabupaten Cilacap, Humas LIPI. Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Jawa Tengah dalam membina generasi muda yang mencintai sains terlihat dari kerja sama yang menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja  (PIR) Kabupaten Cilacap pada 23-26 Oktober 2018.

Didampingi oleh peneliti LIPI yang berkompeten, peserta PIR belajar menjadi peneliti dengan memahami isu-isu di sekitar kota mereka dan  menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberi solusi terhadap isu tersebut. Tidak hanya belajar metodologi penelitian, ajang PIR ini juga menampilkan “Berjuta Manfaat pada Makhluk Tak Tampak”, yaitu pengenalan manfaat mikroorganisme di kehidupan manusia yang menghadirkan narasumber Iwan Saskiawan dari Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, menegaskan bahwa kerja sama antara LIPI dengan Pemkab Cilacap di bidang pendidikan adalah investasi masa depan. “Adik-adik yang hadir di sini adalah bentuk investasi pemerintah terhadap peningkatan daya saing Cilacap. Pendidikan adalah kunci dan berpikir kritis adalah wajib,” ungkapnya.

Farid mengharapkan, kegiatan PIR ini mampu memberikan pengalaman dan wawasan tidak terlupakan bagi peserta. Kemudian, kerja sama dengan LIPI dalam penyelenggaraan PIR merupakan kali kedua sejak tahun 2017. “LIPI dan Cilacap sudah berkomitmen untuk membina generasi muda untuk mencintai sains. Hendaknya pelatihan ini tidak hanya berhenti dalam proses pembelajaran, namun mampu memotivasi anak-anak dan pemerintah lokal untuk meningkatkan potensi daerah,” tuturnya.

Sebanyak 90 siswa dan Guru SMA Se-Kabupaten Cilacap mempelajari bagaimana membuat penelitian kelompok dengan turun ke lapangan mencari data. Tempat penyulingan minyak dan pembuatan batik di Kutawaru, lokasi perdagangan rakyat dan pengelolaan pantai di Jetis, hingga mengamati Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di Adipala menjadi lokasi penelitian peserta dari sudut ilmu hayati dan sosial.

Pemandangan menarik terlihat saat warga menunjukkan antusiasme terhadap rombongan remaja yang melakukan penelitian  di tempat industri binaan Holcim dan Pemda di Kutawaru. Didampingi oleh Budi Nurrocchman, staf Humas  PT. Holchim, kedatangan remaja Cilacap ke tempat industri  ini membuat pembatik dan penyuling terkesan.

“Kegiatan yang melibatkan anak muda  dan guru seperti ini perlu diperbanyak. Selain menambah wawasan dan memancing keingintahuan peserta lebih dalam terhadap alam, kunjungan kepada para pelaku usaha dapat memberikan dukungan moral dan psikologis bagi pelaku usah maupun masyarakkat sekitar. Mereka akan merasa senang dan bermanfaat untuk membagi informasi sehingga memotivasi mereka untuk tetap berusaha,” jelas Budi.

Seperti yang diungkapkan oleh Nur Tri Aries, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI  dalam acara pembukaan PIR, “Untuk menjawab tantangan yang ada saat ini, arus informasi  dan teknologi berkembang sangat pesat. Pemberdayaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan daerah  menjadi hal yang strategis. LIPI dan Pemda harus saling bersinergi untuk membangun kualitas manusianya dan potensi daerahnya.”

Sejalan dengan semangat itu, LIPI bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cilacap juga menyelenggarakan “Workshop Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya melalui Penerapan Teknologi Pakan Alternatif”. Workshop tersebut dihadiri perwakilan Dinas Perikanan dan para penyuluh  dari 24 Kecamatan di Cilacap. Diharapkan informasi yang diberikan dapat diimplementasikan langsung oleh pelaku dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap. (yta/ed: dig)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI