Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 270/SP/HM/BKKP/XI/2019

Jakarta –Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, meski prospek industri STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) cukup menjanjikan di masa depan, masih ada sejumlah tantangan dalam menarik tenaga kerja profesional perempuan untuk bekerja di industri tersebut. Peningkatan minat dan partisipasi perempuan di sektor industri STEM sangat dibutuhkan demi meningkatkan perekonomian nasional.

“Jumlah partisipasi perempuan di industri STEM masih minor. Artinya masih banyak perempuan yang tidak atau belum bekerja di bidang STEM. Perempuan yang sekolah atau kuliah di bidang STEM sebenarnya cukup banyak, namun yang berkarir di bidang ini masih relatif rendah,” ucapnya dalam sambutan pada acara Penghargaan General Electric (GE ) Inspiring Woman in Science Technology Engineering Math (STEM) Award di Hotel Sheraton Grand Gandaria Jakarta, Rabu (27/11).

Menteri Bambang mengatakan banyak unsur yang membuat perempuan tidak terlibat atau masuk ke industri STEM. Salah satu faktornya adalah persepsi lingkungan kerja di industri STEM yang melibatkan pekerjaan fisik dan didominasi pekerja laki-laki, menjadikan bidang ini tidak menarik bagi pekerja perempuan. Menteri Bambang menilai stigma ini harus dihilangkan agar keterlibatan perempuan di industri STEM semakin meningkat demi memajukan perekonomian negara.

“Perempuan memiliki potensi untuk mengambangkan industri STEM. Namun banyak hal dan pengaruh norma sosial seperti menjadi seorang istri dan ibu, ataupun urusan lain yang membuat mereka tidak bisa ‘involved’, padahal Indonesia membutuhkan talenta-talenta perempuan terbaik pada bidang ini. Jika perempuan tidak berpartisipasi artinya kita menggerus talenta kita sendiri, kita kehilangan daya ungkit untuk menjadi negara maju,” jelasnya.

Meskipun jumlah perempuan hampir setengah dari populasi dunia, diperkirakan hanya sekitar 20% para periset dibidang sains, teknologi dan inovasi adalah perempuan. Menteri Bambang berharap lebih banyak upaya untuk menarik dan mempertahankan perempuan berkair di industri STEM, sehingga kesenjangan keahlian akan berkurang dan meningkatkan produktifitas untuk membawa perubahan di Industri STEM.

Menteri Bambang pada kesempatan ini memperikan penghargaan GE Inspiring Woman in STEM AWARD kepada lima tokoh perempuan yang dinilai memiliki kontribusi dan memberi inspirasi di bidang STEM di Indonesia. Kelima tokoh tersebut adalah:

1.Prof. dr. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono, Ph.D., SpMK(K), Ahli Mikorbiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;

2.Dr. Premana Wardayanti Premadi Ph.D, Ahli Astrofisika dan Kepala Observatorium Bosscha;

3.Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., Profesor Bidang Teknologi Proses Elektro Kimia di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT);

4.Silvia Halim, Direktur Konstruksi PT. MRT Jakarta;

5.Crystal Widjadja, Data Scientist Gojek.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 tamu termasuk jajaran eksekutif puncak baik dari sektor publik maupun swasta, serta mahasiswa/i. General Electric Company (GE) merupakan perusahaan multinasional teknologi dan jasa yang aktif mendukung perkembangan perempuan di sektor STEM melalui kampanye Women In STEM di Indonesia. GE berencana meneruskan kampanye ini melalui kolaborasi dengan pemerintah, swasta dan berbagai pihak di Indonesia, secara aktif melakukan program pemberdayaan wanita di bidang STEM dan upaya ini sangat diapresiasi oleh Kemristek/BRIN.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN