Yogyakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan kesiapan Kemenristekdikti membantu Pemkab Gunungkidul memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.

“Geografis yang berupa karst menyimpan potensi air yang melimpah. Diperlukan teknologi untuk memompa, mengolah air supaya bisa dimanfaatkan masyarakat. Kemenristekdikti siap membantu dalam hal teknologi, tegas Mohamad Nasir.

Hal ini disampaikannya saat meresmikan proyek percontohan fasilitas Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPAT) terpadu yang dibangun di Dusun Temu Ireng, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang pada Kamis (1/2).

Mohamad Nasir menjelaskan bahwa melalui teknologi hasil kolaborasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dengan BPPT yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti ini permasalahan akses air bersih yg bertahun-tahun menjadi kendala bagi masyarakat Dusun Temu Ireng mampu terselesaikan.

UPNV Yogyakarta melalui risetnya menghasilkan Sistem Pengolahan Air Minum Siap Konsumsi (SPAM). Pemurnian air dilakukan dengan metode distilasi percik, yaitu proses pemilahan air yang menguap dan terembunkan kemudian digunakan sebagai air siap konsumsi.

Sedangkan BPPT menyiapkan teknologi pemompaan airnya. Teknologi ini memanfaatkan tenaga surya atau Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS).

Teknologi ini mampu memompa air sejauh 750 meter dan ketinggian 50 meter dari embung ke bak penampungan di Dusun Temu Ireng dengan kapasitas 80 meter kubik per hari.

Lebih jauh Mohamad Nasir menjelaskan bahwa teknologi SPAM dan SPATS ini secara teoritis memiliki umur fungsi sekitar 20 tahun. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan fasilitas tersebut.

Hal senada diungkapkan pula oleh Bupati Gunungkidul Badingah dan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam X. “Kami titip pada masyarakat Temu Ireng untuk menjaga dan merawat proyek agar dapat berfungsi optimal,” pesan Pakualam X.

Proyek percontohan SPAM dan SPATS terpadu ini bermula dari permintaan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Menristekdikti untuk melakukan penelitian upaya memecahkan solusi terkait air bersih di Gunungkidul. Pada kesempatan tersebut dilakukan pula serah terima fasilitas SPAM dan SPATS terpadu dari Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan kepada Bupati Gunungkidul disaksikan oleh Menristekdikti, Ketua Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur DIY, dan Pejabat Eselon I Kemristekdikti. (MSF)