SIARAN PERS
No : 191/SP/HM/BKKP/X/2018

 

Presiden Joko Widodo mengatakan di era Revolusi Industri 4.0 ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Oleh karena itu jika Indonesia tidak mau ketinggalan, maka “kecepatan” merupakan kunci utama dalam memenangkan kompetisi di Era Revolusi Industri 4.0.

“Saya mengajak berbagai sistem untuk dapat bergerak cepat, sistem dan regulasi yang bertele-tele dan mempersulit langkah harus dipangkas. Lakukan efisiensi di segala bidang, jika kita tidak sigap dan tidak berbenah diri kita akan ketinggalan,” ungkap Presiden Jokowi saat memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Universitas Sumatera Utara (USU) ke-66 di Gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara (8/10).

 

Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam bernegara. Di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademik Universitas Sumatera Utara, Presiden Jokowi menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan tempat melahirkan karya riset dan inovasi serta tempat mencetak SDM yang handal dalam menjawab tantangan zaman yang dihadapi Indonesia saat ini.

Presiden Jokowi mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk berani melakukan berbagai perubahan yang menyesuaikan dengan tren perkembangan yang ada di dunia saat ini, seperti pada bidang ‘artificial intelligence’ (AI), bidang ‘Internet of things’ (IoT), ‘cryptocurrency’, hingga ‘advanced robotic’. Beliau menyebutkan telah meminta Menristekdikti untuk terus mendorong perguruan tinggi untuk menyesuaikan program studi yang ada dengan perubahan dunia yang begitu cepat.

Rektor Universitas Sumatera Utara Runtung Sitepu mengungkapkan salah satu langkah kongkrit USU dalam menjawab dengan tuntutan zaman adalah dengan menyesuaikan kurikulum tertentu seperti online learning, e-commerce dan cyber crime pada program studi yang sudah ada. Beliau juga menyebutkan mendukung penuh program pendidikan jarak jauh yang dicanangkan Menristekdikti guna meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana Jokowi, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhillah, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto serta tamu undangan lainnya.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti