Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 84/SP/HM/BKKP/V/2019

Depok – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Kamis (2/05/2019) di Universitas Indonesia, Depok. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam pidatonya menyampaikan perguruan tinggi perlu terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang kompetitif, inovatif dan berkarakter agar dapat bersaing di tingkat dunia.

“Pembangunan pendidikan berkualitas merupakan salah satu target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mendorong kesejahteraan semua kalangan. Salah satu langkah yang dilakukan di antaranya adalah membangun SDM berkualitas penduduk berusia muda dan dewasa untuk memiliki pengetahuan dan skill yang relevan, termasuk technical and vocational skills,” papar Menristekdikti saat memberikan pidato pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Rotunda Rektorat Universitas Indonesia, Depok.

Menteri Nasir menjelaskan pendidikan merupakan kunci kemajuan sebuah bangsa. Untuk menghasilkan SDM yang kompetitif, inovatif dan berkarakter dibutuhkan pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat dari semua latar belakang. Menteri Nasir mengungkapkan bahwa angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia saat pada angka 34,58 persen. Dengan demikian masih ada sekitar 65,5 persen penduduk usia kuliah belum bisa menikmati pendidikan tinggi.

” Hari Pendidikan Nasional 2019 kali ini dapat menandai peningkatan APK Pendidikan Tinggi Indonesia ke tingkat yang lebih baik. Kemenristekdikti telah mengeluarkan berbagai program terobosan untuk meningkatkan akses masyarakat ke pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Menristekdikti menjelaskan pembelajaran daring (online learning) dan cyber university merupakan terobosan penting yang harus diterapkan perguruan tinggi untuk meningkatkan akses masyarakat ke pendidikan tinggi dengan tetap menjaga kualitas. Perguruan tinggi juga harus menyesuaikan program studi dengan tuntutan perkembangan era Revolusi Industri 4.0

” Online education, Massive Open Online Courses (MOOCs) hingga cyber university merupakan ciri pembelajaran di era digital. Perguruan tinggi telah mulai menyediakan berbagai mata kuliah baru seperti big data, data analytics, dan entrepreneurship,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir menyatakan di tengah tantangan Revolusi Industri 4.0, generasi milenial Indonesia semakin dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi terbaru di industri.

“Maka jelas memajukan pendidikan tinggi sama dengan kita berperan dalam implementasi SDGs untuk revolusi perangkat lunak yang telah mentransformasikan kegiatan ekonomi, dengan sebagian pekerjaan yang ada akan digantikan oleh otomatisasi. Pergeseran ini niscaya menuntut sistem pendidikan untuk turut berevolusi menyesuaikan diri,” ujar Nasir.

Menristekdikti menambahkan dengan semakin tingginya harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif di era disrupsi saat ini, maka perguruan tinggi Indonesia dituntut untuk ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma dan pengelolaan perguruan tinggi. Perguruan tinggi juga diharapkan berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial ekonomi bangsa ini.

Di akhir pidatonya, Menristekdikti menyatakan kualitas manusia sebagai insan akademis berkaitan dengan pembangunan karakter. Hal ini harus menjadi agenda prioritas bersama.

“Karakter manusia yang dibangun bercirikan dengan kemampuan menegakan kebenaran, kejujuran, keadilan, kebajikan, tanggung jawab dan cinta tanah air. Mewujudkan karakter SDM yang kuat disertai dengan mental anti-koruptif menjadi agenda sangat strategis,” pungkas Menristekdikti.

Dalam rangkaian upacara Hardiknas di Lapangan Rotunda Universitas Indonesia, Menristekdikti juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 14 orang penerima. Terdiri dari tujuh orang Satyalancana Karya Satya 30 tahun, tiga orang penerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 tahun,serta empat orang yang menerima Satyalancana Karya Satya
10 tahun.

Apresiasi pun diberikan kepada para mahasiswa berprestasi dalam berbagai cabang lomba, yaitu Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai juara 1 (satu) dan juara 2 (dua) kategori beroda dan juara 2 (dua) kategori berkaki pada Kontes Robot Pemadam Api Tingkat Internasional (Trinity College International Robot Contest 2019) di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat yang diselenggarakan pada 12-15 April 2019.

Pada kesempatan ini Menteri Nasir memberikan penghargaan kepada mahasiswa, dosen, pegawai dan jurnalis yang memiliki kontribusi di bidang pendidikan tinggi melalui latar belakangnya masing-masing. Menristekdikti memberi apresiasi kepada Tim Robotik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juara 1 (satu) Robocup Humanoid Robot Soccer kategori TeenSize, juara 2 (dua) Drop-In Games Humanoid Robot Soccer kategori TeenSize, juara 2 (dua) Technical Challenge Humanoid Robot Soccer kategori TeenSize, juara 3 (tiga) Best Humanoid Robot Soccer Robocup 2018 pada Kontes Robot Sepak Bola Berkaki Tingkat Internasional (RoboCup 2018 – Robocup Federation) di Montreal, Kanada yang diselenggarakan pada 16-22 Juni 2018.

Menristekdikti kemudian memberikan apresiasi kepada Glory Lamria, Mahasiswa Bidikmisi 2015 dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia sebagai juara 1 Harvard Project for International Relation di Harvard University.

Apresiasi pun diberikan kepada para pemenang rangkaian Lomba Hardiknas Kemenristekdikti, yaitu karya jurnalistik, video humas Perguruan Tinggi, serta artikel opini sesuai dengan tema Hardiknas Kemenristekdikti 2019. Sebagai bentuk apresiasi, pemenang akan mendapatkan hadiah dengan total 63 juta rupiah. Pemenangnya adalah sebagai berikut:

a.Pemenang Lomba Karya Jurnalistik: Juara 1 Indriani dari Kantor Berita Antara, Juara 2 Delima Natalia Napitupulu dari Lampung Post, Juara 3 Laras Adriane Anwar dari Harian Kompas.

b. Pemenang Artikel Opini Pendidikan Tinggi: Juara 1 Gerry Katon ( Universitas Aisyah Yogyakarta), Juara 2 Reflaini ( SDN Muaro Takung Sijunjung), dan Juara 3 Fathul Wahid (Universitas Islam Indonesia).

c. Pemenang Video Humas Perguruan Tinggi: Juara I Universitas Bina Nusantara, Juara 2 Universitas Harapan Bangsa dan Juara 3 Universitas Padjadjaran.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim, Staf Ahli bidang Akademik Paulina Pannen, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufran Mukti,Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat , Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna, Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman, Rektor Universitas Negeri Malang Budi Eko Sutjipto, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha I Nyoman Jampel, Direktur Politeknik Negeri Madiun Fajar Subkhan, Direktur Politeknik Negeri Bandung Rachmad Imbang, para pejabat Eselon II, III , IV di lingkungan Kemenristekdikti dan mahasiswa Universitas Indonesia dan perwakilan mahasiswa PTN serta PTS se-Jabodetabek.


Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik dan
Heru Kristiawan dan Neni Herlina
Direktorat Pembelajaran dan kemahasiswaan
Kemenristekdikti