SAMARINDA – Teknologi informasi berkembang secara sangat cepat, dunia pendidikan tinggi khususnya pendidikan ilmu akutansi harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi agar tetap relevan dengan tuntutan di era Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir pada pembukaan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI, berlokasi di GOR 27 September, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (6/9).

“Dalam era revolusi industri 4.0, kurikulum yang ada didalam pendidikan akuntansi harus dapat digabungkan dengan perkembangan teknologi informasi. Dalam hal pelaporan kepada publik, sistem informasi saja tidak cukup,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir juga memberikan apresiasi kepada acara rutin tahunan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-21 yang dinilai telah memberikan kontribusi dan pengaruh positif terhadap negara dan pemerintah, khususnya dalam mengelola ‘good governance’.

“Apresiasi yang tinggi saya berikan kepada profesi akuntan, melalui Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) juga, semoga bisa terus mencetak kader-kader yang mampu medorong ‘good governance’ atau tata kelola pemerintahan yang baik, tata kelola yang mengedepankan akuntabilitas, responsibilitas, dan transparansi,” tutur Nasir.

Senada dengan Menristekdikti, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, yang juga merupakan Dewan Pengurus Ikatan Akuntan Nasional (IAI) mengatakan bahwa perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan akuntan dengan daya saing tinggi sesuai dengan tuntutan perkembangan Revolusi Industri 4.0. Ainun mengatakan bahwa saat ini akuntan Indonesia tidak hanya bersaing dengan sesama akuntan dalam negeri, namun juga bersaing dengan akuntan dari luar negara.

Ainun yang memberikan sambutan mewakili Ketua IAI Mardiasmo yang berhalangan hadir mengatakan bahwa IAI bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang akuntansi. Sampai saat ini, IAI mempunyai peran dan kontribusi yang besar pada perkembangan akuntansi di Indonesia dalam menghasilkan tenaga-tenaga akuntansi profesional dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang akuntansi.

“IAI adalah organisasi yang dikembangkan oleh para akuntan Indonesia, bukan lembaga pemerintah tetapi IAI adalah organisasi swasta yang punya peran besar dalam mendukung perekonomian negara. Kita juga telah mendapatkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah,” imbuh Ainun.

Simposium Nasional Akuntansi (SNA) yang ke-21 di Universitas Mulawarman (Unmul) ini dihadiri sekitar 650 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia. SNA merupakan hajat nasional tahunan seluruh masyarakat Akuntansi Indonesia untuk melakukan silaturahmi para pemerhati Akuntansi Indonesia.

Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd), Nunuy Nur Afiah menyampaikan, SNA wadah bergengsi eksklusif untuk mempresentasikan hasil riset terbaik dalam bidang akuntansi oleh para peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi dari seluruh Indonesia.

“Kita yakin kompartemen akuntan pendidik akan menjadi ‘leading’ dan ‘trusted’ untuk memperkuat kualitas pendidikan dan mendorong perekonomian bangsa. Karena profesi akuntan bisa menjadi pengawal pemerintahan dengan menjaga prinsip akuntanbilitias, responsibilitas, dan transparansi,” ucap Nunuy.

Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Masjaya menyampaikan, dengan Unmul menjadi tuan rumah SNA ke-21 ini, nantinya akan memberikan dampak positif terhadap civitas akademika khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul.

“Kami juga bertekad, pada tahun depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul akan berusaha meraih akreditasi A dari Kemenristekdikti,” pungkas Rektor Masjaya.

Usai memberikan menghadiri Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI, Menristekdikti bersama Rektor Unmul l, Sesjen Ainun Na’im dan perwakilan IDB melakukan Ground Breaking Gedung Proyek 4 in 1 IDB di Unmul. Ini merupakan Ground Breaking pertama dari empat perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan Proyek 4 in 1 IDB. Tiga perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.