JAKARTA – Tantangan perguruan tinggi masa depan dalam menghadapi disrupsi teknologi dalam dunia pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0 semakin berat dan ketat. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam sambutan saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan (14/08).

Menteri Nasir mengatakan untuk menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0, dibutuhkan inovasi dan kreatifitas untuk meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi. Yaitu dengan mendorong publikasi, kualitas dosen, dan kualitas pegawai administrasi serta saling bersinergi satu sama lain.

“Tugas utama Rektor dan Direktur yaitu meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan reputasi kampus, serta meningkatkan semua sumber daya yang ada di dalamnya,” ucap Menteri Nasir dalam sambutannya.

Menteri Nasir menambahkan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, harus ada target kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu perguruan tinggi. “ Direktur Politeknik harus mampu mencetak lulusan yang kompeten, yang mampu menjawab kebutuhan Industri. Oleh itu tata kelola perguruan tinggi yang baik harus bisa dipertanggung jawabkan” pungkas Menteri Nasir.

Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri yang dilantik, yaitu :
1. Prof., Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc (Eng)., Ph.D sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera periode Th. 2018-2022
2. Dr. Nurhasan, M.Kes sebagai Rektor Universitas Negeri Surabaya periode Th. 2018-2022
3. Ir. Elvin Hasman, MP sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh periode Th. 2018-2022

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Pejabat Eselon II di lingkungan Kemenristekdikti, serta tamu undangan lainnya. (DRA)