Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menerima kunjungan kehormatan dari Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Neurointervensi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf se-Indonesia (PERDOSSI) Fritz Sumantri Usman di rumah dinas Menristekdikti, Jakarta, Selasa (22/7). Dalam kunjungan tersebut, Ketua Pokdi Neurointervensi PERDOSSI menyerahkan Jurnal Ilmiah bernama Journal of Neurovascular Intervention (JNEVI) yang berisikan hasil penelitian, kasus klinis, dan telaah bahan kepustakaan yang diterbitkan oleh Kelompok Studi (Pokdi) Neurointervensi PERDOSSI dan Yayasan Neurointervensi Indonesia. Jurnal JNEVI yang memperoleh nomor resmi ISSN 2685-0508 ini, merupakan jurnal ilmiah internasional berbahasa Inggris.

Dokter Fritz menyampaikan, neurointervensi sendiri merupakan suatu cabang dari neurologi yang menangani kasus-kasus gangguan pembuluh darah di otak, termasuk stroke dengan awitan dini, aneurisma pembuluh darah, malformasi vaskular, dan penyempitan (stenosis) pembuluh darah.

“Untuk pendidikan neurointervensi, saat ini kita boleh berbangga bahwa Indonesia merupakan salah satu dari dua (negara yang memiliki) pendidikan neurointervensi di ASEAN,” ungkap Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Neurointervensi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf se-Indonesia (PERDOSSI) Fritz Sumantri Usman.

Ketua Pokdi PERDOSSI Fritz Sumantri Usman mengungkapkan masyarakat masih belum banyak yang menyadari bahaya dari penyakit terkait pembuluh darah di otak. Dokter Fritz mengatakan dokter ahli saraf di Indonesia telah siap secara akademis dan profesional menangani kasus penyakit stroke, namun pemerintah perlu memberikan kebijakan agar masyarakat dapat mencegah serangan stroke yang mulai meningkat di masyarakat.

“Kami harapkan dengan aktif-nya para dokter ahli saraf Indonesia yang dibuktikan melalui penerbitan Jurnal JNEVI ini, mampu meningkatkan perhatian masyarakat bahwa saat ini penyebab kematian nomor satu di Indonesia bukan lagi serangan jantung, tetapi serangan yang berhubungan dengan pembuluh darah yaitu stroke,” ungkap Dokter Fritz.

Dalam pertemuan yang bersuasana akrab dan semi formal ini, Menristekdikti mengatakan bahwa penerbitan jurnal JNEVI ini mendukung program Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional. Program ini bertujuan memotivasi para periset Indonesia menulis jurnal-jurnal ilmiah untuk dipublikasikan dalam bahasa Inggris.

“Diharapkan dapat memacu periset Indonesia untuk menulis jurnal-jurnal? internasional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah publikasi ilmiah internasional (dari Indonesia)” terang Menristekdikti.

Menristekdikti juga berharap JNEVI dapat menjadi pedoman bagi dokter dan peneliti di Indonesia untuk mempelajari neurologi dan neurointervensi serta semakin banyak perguruan tinggi membuka pendidikan spesialis terkait neurointervensi.

Turut hadir dalam pertemuan ini para dokter spesialis syaraf anggota Kelompok Studi (Pokdi) Neurointervensi dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf se-Indonesia (PERDOSSI), yaitu Dokter Gamaliel Wibowo, Dokter Pinto Ramadhoni, Dokter Rakhmad Hidayat, Dokter Tranggono Yudo, dan Dokter Nasrul Musadir.