Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 213/SP/HM/BKKP/X/2019

Jember – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan Universitas Jember saat ini telah menjadi Pusat Unggulan bidang Bioteknologi, khususnya bioteknologi di bidang pertanian, perkebunan, dan kesehatan. Oleh karena itu Universitas Jember harus mampu menghasilkan inovasi di bidang bioteknologi yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan dunia industri.

“Bioteknologi menjadi salah satu tumpuan harapan di bidang pertanian, perkebunan dan kesehatan di masa depan. Bahkan pengembangan bioteknologi sudah masuk dalam Rencana Induk Riset Nasional dimana salah satunya dengan penggunaan bioteknologi diharapkan akan banyak inovasi produk-produk pertanian (pangan), kesehatan dan industri, guna mewujudkan Indonesia yang berswasembada pangan, salah satunya,” ujar Menristekdikti saat meresmikan Gedung baru Universitas Jember dalam Proyek Pengembangan Empat Perguruan Tinggi (4in1) yang didanai oleh ‘Islamic Development Bank’ (10/10).

Menristekdikti berharap fasilitas baru yang dimiliki Universitas Jember dapat meningkatkan riset dan inovasi para dosen dan mahasiswa terutama di bidang bioteknologi yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa. Kehadiran fasilitas baru ini dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri civitas akademika Universitas Jember untuk menjalin kolaborasi riset baik dengan perguruan tinggi dalam negeri, perguruan tinggi luar negeri, maupun dunia industri.

“Saya berharap fasilitas ini dapat menjadi modal tambahan untuk mencapai rencana strategis Universitas Jember dan rencana Strategis Pemerintah, dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa. Universitas Jember perlu terus berupaya meningkatkan sinergi dengan pelaku industri dan masyarakat, sinergi ini akan memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa dan menjawab permasalahan yang dihadapi bangsa” ucapnya.

Menteri Nasir menambahkan hal penting yang harus diperhatikan dalam riset dan inovasi di bidang bioteknologi adalah mengenai keamanan dan etika bioteknologi (biotech security and ethical issues in biotechnology). Peneliti dalam melakukan riset dan inovasi di bidang bioteknologi yang pasti akan menimbulkan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa, juga harus memikirkan dan mengantisipasi dampak yang mungkin muncul dari inovasinya, apakah akan menimbulkan dampak lain pada kesehatan, lingkungan, manusia, atau lain sebagainya”

” Universitas Jember harus sudah memikirkan bagaimana bioteknologi di 10 tahun, 20 tahun bahkan 30 tahun ke depan. Misalnya terkait dengan keamanan dan etika dari produk-produk bioteknologi,” tutur Menristekdikti.

Menristekdikti berharap proyek 4 in 1 dapat berkontribusi pada tujuan strategis pemerintah dalam pembangunan perguruan tinggi yaitu meningkatkan daya saing melalui peningkatan ranking perguruan tinggi Indonesia, peningkatan indeks inovasi Indonesia dan memberikan kontribusi untuk mencapai mutu pendidikan pada tahun 2030.

Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengatakan, peresmian 13 fasilitas baru itu menjadi momen penting bagi Universitas Jember. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri dosen dan mahasiswa Universitas Jember dalam menjalin kemitraan baik di dalam maupun luar negeri. Ke tiga belas (13) fasilitas pendukung tersebut saat ini digunakan antara lain sebagai laboratorium terpadu, agrotechnopark dan auditorium. Sarana dan prasarana ini menjadi bagian penting untuk peningkatan mutu dan lulusan yang dihasilkan.

Rektor Mohamad Hasan mengungkapkan bahwa Universitas Jember saat ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri yang memiliki keunggulan di bidang bioteknologi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas riset dosen Universitas Jember di bidang bioteknologi.

“Kami sudah menjalin kerjasama bioteknologi dengan dua perguruan tinggi di Jerman, yakni Flensburg University of Applied Sciences dan Biberach University of Applied Sciences. Universitas Jember juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Doktor Bioteknologi setelah sebelumnya kita membuka Program Studi Magister Bioteknologi,” jelas Mohamad Hasan.

Kemenristekdikti Targetkan 500 Akademi Komunitas Berbasis Pesantren

Usai melakukan kunjungan kerja ke Universitas Jember, Menristekdikti melakukan Peresmian dan Penyerahan Surat Keputusan Pendirian Akademi Komunitas di dua Pesantren di Jember yaitu Akademi Komunitas Al-Hasan dan Akademi Komunitas Asshuniyah. Menteri Nasir memiliki target akan lahir 500 Akademi Komunitas berbasis Pesantren di Indonesia.

Menteri Nasir mengatakan Akademi Komunitas berbasis Pesantren dikembangkan berdasarkan potensi daerah masing-masing. Akademi Komunitas Al-Hasan fokus pada pengembangan produk kopi sedangkan Akademi Komunitas Asshuniyah fokus pada bidang perikanan dan kelautan. Akademi komunitas berbasis pesantren tersebut berupa perguruan tinggi jenjang pendidikan Diploma 1 (D-1) dan Diploma 2 (D-2) yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang profesional.

“Harapannya nanti para santri di samping menguasai ilmu agamanya, juga punya kompetensi yang lain di luar bidang agama. Program ini untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan profesional,” terangnya.

Menristekdikti mengungkapkan, pengetahuan umum tidak kalah penting bagi para santri sebagai modal dalam menjalani kehidupan, terutama pada era kemajuan di bidang teknologi digital pada era revolusi industri 4.0. Sehingga setelah keluar dari pesantren, para santri diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan bukan menjadi pencari kerja.

“Tidak lagi santri ke depan hanya pencari kerja, tapi bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja. Bukan ‘job seeker, tapi job creator’. Ini yang harus kita dorong,” jelasnya.

Pada kunjungan kerja di Jember Menristekdikti didampingi oleh Sekretaris Ditjen Riset dan Pengembangan Prakoso, Direktur Pengembangan Teknologi Industri Ditjen Riset dan Pengembangan Hotmatua Daulay, Direktur Sarana Prasarana Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti Mohammad Sofwan Effendi, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti Ridwan, serta turut hadir Rektor Universitas Jember serta tamu undangan lainnya.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti