Siaran Pers
Nomor : 194/SP/HM/BKKP/X/2018

 

Jakarta – Dalam rangka menjawab tantangan era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi di Indonesia termasuk Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dituntut kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital. Segala aspek kehidupan kampus harus berubah dengan menerapkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK), baik penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring ataupun ‘blended learning’ hingga transformasi proses administrasi atau manajemen pendidikan tinggi berbasis TIK untuk meningkatkan produktivitas dan juga kualitas.

“Saya mendorong PTNU untuk bekerjasama dan melibatkan Universitas Terbuka dalam peningkatan sistem pembelajaran daring ini, agar PTNU tidak tertinggal dan dapat mencapai akreditasi A dalam kurun waktu 5 tahun kedepan,” ujar Menristekdikti saat sambutan pada acara Seminar dan Lokakarya Implementasi Pembelajaran Daring PTNU di Gedung PBNU (17/10).

Nasir mengatakan dalam mengimplementasikan PJJ, perguruan tinggi harus mempersiapkan infrastruktur jaringan, sarana dan prasarana, tim atau unit khusus pengembang e-learning di perguruan tinggi, sekelompok dosen yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran daring. Sedangkan untuk mahasiswanya yang harus dibenahi adalah kesiapan belajar mandiri mahasiswa. Karena dalam pembelajaran daring lebih banyak mengadopsi istilah self-directed learning.

Selain itu Nasir mengingatkan di dalam proses pembelajaran sistem PJJ, kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, dan bahan ujian harus dalam bentuk standar berkualitas untuk didistribusikan lintas ruang dan waktu dengan memanfaatkan TIK.

Universitas Terbuka (UT) memiliki kapasitas dan teruji kapabilitasnya dalam menyediakan layanan pendidikan tinggi dengan modus PJJ yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia bahkan sampai di luar Negeri. Karena itu sudah amat tepat PTNU melakukan kerja sama dengan UT untuk meningkatkan mutu pembelajaran daring di PTNU.

Rektor Universita Terbuka Ojat Darojat berterimakasih karena UT sebagai pionir PJJ diikutsertakan dalam pengembangan sistem pembelajaran daring yang akan dikembangkan di PTNU.

“Seiring kemajuan TIK UT yang sudah 34 tahun menjalani sistem pembelajaran daring yang dulunya masih sederhana, dan saat ini telah berevolusi menjadi Perguruan Tinggi yang modern, sekarang kegiatan dari pendaftaran sampai dengan modul pembelajaran sudah dilakukan secara online. Interaksi akademik ini sudah dilakukan lebih dari 36 negara, UT akan bekerja keras bekerjasama untuk 5 tahun kedepan LPTNU dapat melakukan pemanfaatan proses pembelajaran daring juga,” ungkap Ojat.

Turut hadir juga pada acara ini Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti, Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Agus Indarjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Rektor UIN Syarief Hidayatullah Dede Rosyada, Wakil Ketua PBNU Mochammad Maksum Machfoedz, serta tamu undangan lainnya.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti