SIARAN PERS
Nomor : 219/SP/HM/BKKP/XI/2018

 

Jakarta – Warung merupakan salah satu kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia. Warung tidak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari, tapi juga menjadi tempat bertemu dan berkumpulnya warga sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi.

Perkembangan teknologi digital menggugah Harya Putra dan teman-temannya untuk mengembangkan startup bernama Warung Pintar. Pada dasarnya, Warung Pintar merupakan warung yang dikawinkan dengan teknologi dalam pengelolaannya. Hal tersebut tentu saja dapat memberikan kemudahan bagi pemilik warung serta kenyamanan bagi para pelanggannya.

Dalam rangka merayakan satu tahun Warung Pintar dan pencapaian 1000 warung, acara bertajuk Pesta Rakyat Pintar pun digelar di Teater Garuda Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara yang diselenggarakan pada Minggu (11/11) tersebut menghadirkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir sebagai tamu kehormatan bersama dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf dan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

Pada acara tersebut, Menristekdikti bersama Kepala Bekraf dan CEO Warung Pintar secara simbolis membuka penutup gerobak Warung Pintar. Dengan prosesi *’buka warung’* tersebut maka secara resmi acara Pesta Rakyat Pintar pun dibuka.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti, Kepala Bekraf, dan Bupati Banyuwangi ‘kongkow’ bersama di depan ‘warung’ dengan salah satu CEO Warung Pintar, Harya Putra dalam perbincangan hangat. Menristekdikti menyampaikan apresiasinya pada startup Warung Pintar karena mengaplikasikan penggunaan teknologi untuk membangun ekonomi mikro.

“Ini memudahkan sistem jaringan pasar karena semua sudah menggunakan aplikasi untuk penjualan dan pemesanan barang. Selain itu Warung Pintar juga membuka lapangan kerja baru”, ujar Nasir diikuti tepuk tangan dari para hadirin.

Menteri Nasir menyayangkan bahwa saat ini masih ada sekitar 63 ribu sarjana yang menganggur. Di era Revolusi Industri 4.0 Perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk lebih inovatif dan mengajarkan serta menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswanya. Banyak potensi ekonomi kreatif yang bisa di kembangkan lulusan perguruan tinggi. Perguruan tinggi juga diharapkan membuka program studi kekinian yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Itu yang sedang kita dorong untuk berubah. Sekitar 70% prodi di negara maju berbasis science and technology, itu yang diserap oleh industri. Di Indonesia perlu inovasi untuk membuka program studi yang sesuai kebutuhan pasar”, terang Menristekdikti.

Selain itu, Nasir juga menjelaskan bahwa saat ini sedang mendorong program e-Learning dengan tetap mengedepankan kualitas pendidikan. Hal tersebut menjadi upaya dalam meningkatkan Global Competitiveness Index di Indonesia.

“Nanti tidak ada alasan lagi bagi anak Indonesia yang tidak bisa mengambil jenjang kuliah karena jarak yang jauh. Ini demi meningkatkan daya saing global kita”, tuturnya.

Di penghujung perbincangan, Menristekdikti menyampaikan akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang mengelola Warung Pintar sambil berkuliah.

“Nanti kita siapkan anggarannya. Asal mau kerja keras dan berinovasi, pasti sukses”, ujar Nasir mantap.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bekraf, Triawan Munaf juga memberikan apresiasinya. Ia menuturkan bahwa saat ini mau tidak mau teknologi sudah meresap dalam kehidupan sehari-hari dan Warung Pintar kini menjadi kreasi anak muda di era digital.

“Warung tidak hanya sekedar menjadi tempat ngopi, tapi ini bisa menjadi jendela dunia karena ada wifi-nya”, ujar Triawan.

Selain Kepala Bekraf, Bupati Banyuwangi, Azwar Anas juga menjelaskan hal senada. Beliau juga mendukung Warung Pintar untuk melebarkan sayap ke Banyuwangi.

“Selama 7 tahun saya menjabat tidak saya izinkan mendirikan toko retail dan mall baru di Banyuwangi. Hal ini untuk memproteksi ekonomi masyarakat kecil, tapi Warung Pintar ini dapat mendidik digitalisasi warung-warung kecil”, pungkas Azwar.

Pesta Rakyat Pintar tersebut dihadiri oleh para Juragan dan mitra Warung Pintar. Selain itu turut hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti, Hari Purwanto.

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik

Kemenristekdikti