Siaran Pers Kemenristekdikti
No: 104/SP/HM/BKKP/V/2019

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengundang alumni dan anggota dari para organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung untuk berdiskusi dan berbuka bersama. Diskusi ini diadakan untuk menunjukkan mahasiswa dapat bersatu kembali setelah mereka memiliki pilihan politik yang berbeda-beda pada Pemilu 2019.

“Kita telah melihat, menyaksikan, dan mengamati kondisi yang terjadi pada tanggal 21 dan 22 Mei. Maka kita ingin merajut kembali persatuan Indonesia, pasca Pemilu 2019 ini. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, nanti kita bisa menyatukan kembali para anak bangsa yang selam ini beda pendapat, beda pilihan, beda partai, tapi tetap satu untuk Indonesia maju,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir Dialog Kebangsaan dan Buka Bersama dengan Kelompok Cipayung Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti pada Senin (27/5).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung mengungkapkan Indonesia saat ini sudah mengalami banyak dinamika demokrasi yang sudah mendewasakan rakyat.

“Pemilu 2019 memiliki kekhususan dimana dilakukan secara serentak. Pemilihan Presiden, DPR, dan DPD dilakukan secara serentak. Ini menunjukkan dinamika demokrasi kita berkembang begitu cepat. Kita sekarang ini disebut sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, pertama India kedua Amerika dan ketiga Indonesia. Lebih dari itu, Indonesia juga menjadi negara Muslim terbesar di dunia. Dari berbagai hal itu kita lihat ada banyak dinamika yang berkembang dalam dunia politik kita. Partai-partai kita juga berkembang,” ungkap Ketua Dewan Penasihat Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo yang juga alumni HMI. Bambang mengungkapkan setiap politisi yang mengajukan diri untuk dipilih rakyat melalui Pemilu perlu bersikap dewasa.

“Harapan kami sebetulnya hanya satu, dimanapun kita bertanding, harus siap bersanding,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo singkat menutup diskusi.

Selain dihadiri oleh Menristekdikti, diskusi ini dihadiri juga oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti, Dirjen Penguatan Risbang Muhammad Dimyati, Staf Ahli Bidang Akademik Paulina Pannen, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Ketua Dewan Penasihat Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Periode 1970-1976 Theo Leo Sambuaga, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Periode 1985 Paulus Januar, serta Ketua Departemen Kaderisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (Ketua Bidang KMHDI) I Gede Hendra Juliana, Naila Fitria (Sekjen HMI) para eselon dan pegawai Kemenristekdikti serta para alumni dan pengurus anggota organisasi Kelompok Cipayung.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti

Please follow and like us:
0