Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 135 /SP/HM/BKKP/VII/2019

Semarang – Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dikukuhkan sebagai profesor bidang administrasi publik dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pengukuhan gelar kehormatan ini dihadiri Ketua DPR RI dan disaksikan langsung Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Pada acara pengukuhan ini Profesor Agus Hermanto menyampaikan orasi ilmiah dengan Judul ” Manajemen Kebijakan Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengapresiasi pengukuhan gelar Profesor Agus Hermanto oleh UNNES ini.Mengingat butuh proses cukup panjang hingga gelar kehormatan diberikan.

“Ada standar yang harus dicapai untuk mencapai gelar guru besar yaitu sudah menjadi doktor, harus mengajar dan riset yang sudah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi. Bapak Agus Hermanto telah melewati proses dan tahapan ini dan layak mendapatkan gelar profesor,” ujar Nasir di kampus UNNES, Semarang (24/7/2019).

Nasir berharap gelar profesor ini bisa menambah jumlah guru besar yang ada di Indonesia. Apalagi saat ini, jumlah profesor di tanah air sangat sedikit, masih sekitar 5.500 orang. Menristekdikti menambahkan jumlah guru besar di Indonesia persentasenya masih 35 persen, idealnya seharusnya di atas 60 persen.

” Saat ini jumlah profesor muda di Indonesia masih sedikit dibandingkan yang tua. Saya berharap pencapaian guru besar tidak hanya di kalangan usia tua tetapi juga kalangan usia muda. Hal ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi dosen-dosen muda di Indonesia,” jelas Menristekdikti.

Nasir mengatakan, banyak kendala dalam pencapaian gelar guru besar. Salah satunya masalah publikasi internasional yang bereputasi. Menristekdikti juga menyoroti masalah integritas guru besar. Integritas seorang profesor akan teruji di publik. Seorang guru besar tidak boleh melakukan pemalsuan dan harus jujur.

Rektor UNNES Fathur Rokhman dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Agus Hermanto. Bertambahnya profesor dapat menjadi inspirasi bagi para dosen di UNNES.

“Gelar profesor ini bukan gelar sembarangan tetapi menjadi gelar terhormat. UNNES layak mendapat profesor yang memiliki kapasitas keilmuan,” ujarnya.

Fathur berharap dengan pengukuhan gelar profesor ini menjadi daya dongkrak untuk menjadikan UNNES menjadi perguruan tinggi yang berkelas dunia (World Class University). Selain itu juga mempermudah langkah UNNES menjadi perguruan tinggi yang berbadan hukum (PTNBH).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPD RI Ahmad Muqowam, Sekjen DPR RI Indra Iskandar, Direktur Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti, Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Darmiyanti, Rektor UNS Jamal Wiwoho, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah Dwi Yuwono Puji Sugiharto, para anggota DPR, serta tamu undangan lainnya.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti