Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 268/SP/HM/BKKP/XI/2019

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P. S. Brodjonegoro menyerahkan Penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2019 kepada empat perempuan peneliti Indonesia yang dinilai memiliki kontribusi dan dedikasi besar bagi perkembangan riset dan sains di Indonesia serta memiliki penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Penyerahan anugerah ini dilaksanakan di Auditorium Gedung D Kemdikbud, Selasa (26/11).

Empat perempuan peneliti Indonesia yang menerima penghargaan dari L’oreal Unesco For Women In Science 2019 yaitu:

  1. Dr.Sc Widiastuti Karim, Msi, dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana dengan riset mengenai fungsi biologi Green Fluorescent Proteins (GFP) guna mengatasi pemutihan pada karang;
  2. Dr.rer.nat. Ayu Savitri Nurinsiyah, M.IL, M.Sc, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan eksplorasi penemuan keong darat yang tepat dalam mengungkap potensi biodiversitas sebagai solusi masalah kesehatan;
  3. Dr.Swasmi Purwajanti, M.Sc, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan eksplorasi pengembangan super nanoadsorben multi-fungsi berbasis magnesium oxide dari bittern untuk dekontaminasi air yang lebih efisien;
  4. Dr.Eng.Osi Arutanti,M.Si, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan eksplorasi alternatif fotokatalis material yang efisien dan dapat diaktivasi dengan tenaga surya sebagai solusi permasalahan lingkungan.

Menteri Bambang menyambut baik dan mendukung penyelenggaran anugerah bagi perempuan peneliti Indonesia ini. Ajang penghargaan yang telah berlangsung ke -16 kalinya ini diharapkan selain dapat menjadi inspirasi bagi perempuan peneliti khususnya, juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menjadikan riset dan inovasi menjadi sebuah budaya.

“Program seperti ini perlu diapresiasi dan kita dukung sebagai bentuk kepedulian dalam dunia litbangjirap di Indonesia. Ajang ini merupakan kontribusi dunia usaha terhadap penguatan SDM iptek melalui riset untuk memajukan iptek, meningkatkan kesejahteraan, kemandirian dan daya saing bangsa dalam rangka memajukan peradaban bangsa Indonesia, tidak hanya untuk para peneliti wanita, tetapi juga peneliti remaja dan peneliti lainnya”, ungkap menteri Bambang.

Menristek/Kepala BRIN merasa bangga bahwa tiga dari empat peneliti yang meraih penghargaan berasal dari LPNK di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN yaitu LIPI dan BPPT.

“Lebih senang lagi karena dari 4 peraih penghargaan, ternyata dua dari LIPI dan satu dari BPPT. Lembaga ini langsung berada dibawah Kemenristek dan itu akan memudahkan bagi kami untuk membinanya,” kata Bambang.

Pada kesempatan yang sama President Director L’Oreal Indonesia Umesh Phadke menjelaskan bahwa dirinya bangga atas rekam jejak yang dimiliki program L’Oreal-UNESCO Fellowship for Women in Science yang telah memasuki tahun ke-16.

“Para fellows FWIS di tahun sebelumnya, telah memantapkan kontribusinya di dunia sains dengan bersaing di ajang sains kelas dunia, dan kami bersemangat untuk mendukung empat peneliti 2019 ini, yang akan mengeksplorasi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia dan dunia,” jelas Phadke.

Sementara itu menurut Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia- UNESCO Arief Rachman mengatakan bahwa dari tahun ke tahun tren jumlah peneliti perempuan mengalami peningkatan. Dibutuhkan sinergi dan dukungan berbagai elemen untuk mendorong peningkatan jumlah perempuan peneliti.

” Berdasarkan data UNESCO angka perempuan peneliti itu masih sedikit tapi saat ini mulai meningkat, dan juga berdasarkan data American Psychological Association, perempuan cenderung menghindari fokus ilmu sains, ini yang harus kita dorong,” tutur Arief.

L’oreal – UNESCO For Women In Science mempunyai misi untuk mengakui, menyemangati, dan mendukung wanita sains, sehingga semangat perempuan di bidang sains meningkat. Program ini telah memberikan fellowship kepada 57 perempuan peneliti di Indonesia, lima fellowship sebesar 95 juta rupiah dari L’Oreal Indonesia untuk mewujudkan penelitiannya.

Turut hadir dalam acara penganugerahan tersebut Staf Ahli bidang Akademik Paulina Pannen serta tamu undangan lainnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN