Siaran Pers Kemenristekdikti
No: 167/SP/HM/BKKP/VIII/2019

DENPASAR – Malam Apresiasi Hakteknas ke-24 berlangsung meriah di Gedung Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Selasa (28/8). Acara tersebut menjadi ajang pemberian anugerah Iptek dan penghargaan bagi para aktor inovasi tahun 2019, untuk Pemerintah (Provinsi dan Kabupaten/Kota, Litbang/Perguruan Tinggi, Industri dan Masyarakat). Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional dalam mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan terimakasih kepada ISI Denpasar, karena telah menjadi tuan rumah acara malam apresiasi Hakteknas ke-24. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menetapkan tiga besar Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 dari delapan kategori yaitu, Kategori BUDHI PURA, Kategori BUDHIPRAJA KABUPATEN, BUDHIPRAJA KOTA, Kategori WIDYAPADHI UNIVERSITAS/INSTITUT, Kategori WIDYAPADHI POLITEKNIK, Kategori PRAYOGA SALA, Kategori ABYUDAYA, dan 9 Finalis Badan Usaha Milik Swasta Kategori LABDHA KRETYA.

Dalam kesempatan itu, Menteri Nasir terus mendorong hadirnya hilirisasi dan komersialisasi hasil riset kepada dunia usaha. “Riset tidak cukup, Publikasi tidak cukup. Maka bagaimana riset, publikasi yang bisa menghasilkan prototipe, dan Inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menteri Nasir juga memberikan apresiasi kepada enam Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti, yang selalu mendorong kontribusi dalam inovasi bangsa. Sehingga pada tahun 2019 terdapat perubahan yang sangat signifikan dalam riset dan inovasi.

“Dulu startup atau inovasi yang dihasilkan para peneliti Indonesia selalu berada dibawah di Asia Tenggara. Bahkan patennya rendah. Saya waktu itu membandingkan dengan Iran, mereka mengembangkan startup dari tahun 2004-2014, berapa inovasi yang dihasilkan dalam 10 tahun, mereka menghasilkan 1000 start up,” terang Menteri Nasir.

Hal itulah yang menjadi tekad Menteri Nasir. Sebab pada saat awal dirinya memimpin kemenristekdikti, hanya ada dibawah 15 startup dalam setahun. Namun pada tahun 2019 ini, startup yang sudah dibangun baik oleh LPNK, Perguruan Tinggi Masyarakat dan Industri sudah tercipta sebanyak 1350 startup selama lima tahun. “Untuk itu malam hari ini kita berikan penghargaan dan apresiasi. Para penerima apresiasi, harapan saya bisa menjadi lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi yang lain. Saya ucapkan selamat kepada semua penerima,” ungkap Menristekdikti.

Menteri Nasir juga mengajak agar
Kegiatan Hakteknas terus disosialisasikan ke daerah. Sehingga dirinya menginisiasi sejak tahun 2016, Hakteknas digelar di daerah-daerah. Ternyata atensi publik terhadap riset dan inovasi semakin meningkat. “Sejak tahun 2016, kami lakukan di luar kota, yakni Surakarta. Ada kenaikan inovasi daerah mulai muncul. Kemudian tahun 2017 di Makasar. Tahun 2018 di Pekanbaru Riau. Kali ini di Bali. Harapan saya bisa terus sosialisasikan ke daerah lain, untuk mendorong inovasi daerah,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Anugerah IPTEK dan Inovasi, Jumain Appe menyebutkan penghargaan ini menjadi langkah Kemenristekdikti dalam memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berinovasi bagi kemajuan bangsa. “Kita tahu karena hanya dengan menguasai IPTEK dan Inovasi, kita menjadi bangsa yang maju dan mandiri,” ucap pria yang juga Dirjen Penguatan Inovasi itu.

Selain juga demi membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai outreach dari riset Iptek dalam penciptaan nilai tambah komersil, ekonomi dan atau sosial-budaya secara berkelanjutan. Serta memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi baik individu, organisasi, maupun lembaga agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama antar unsur inovasi.

Tahun ini pelaksanaan anugerah IPTEK dan Inovasi dilakukan melalui seleksi yang terpisah untuk kategori Budhipraja Kabupaten dan Kota. Seleksi Budhipura diikuti oleh 25 provinsi, Budhipraja Kabupaten 120 kabupaten, Budhipraja Kota sebanyak 29 kota. Sedangkan Widyapdhi 570 perguruan tinggi, Adhiyudha untuk kategori BUMN 4, dan swasta 11 industri.

“Sejak tahun 2018, seleksi penilaian menggunakan instrumen baru yakni indeks daya saing daerah, yang memiliki empat penilaian dari segi penguatan infrastruktur, sumber daya manusia, pasar dan ekosistem inovasi,” terangnya.

Rektor ISI Denpasar, I Gede Arya Sugiartha mengatakan malam apresiasi IPTEK dan Inovasi ini, menjadi bagian upaya kampus ISI memperkenalkan produk-produk inovasi dalam bidang seni, baik Design Busana, Musik, Karawitan dan juga Tari. “Paling penting lagi, topi yang akan dibagikan kepada pemenang didesign oleh mahasiswa design kami, dan dikerjakan oleh mahasiswa kriya kami,” tuturnya.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memberikan dukungan dalam upaya kemajuan teknologi dan industri kreatif 4.0. Menurutnya, kemajuan teknologi jika tidak disikapi dengan bijak bakal menjadi tantangan tersendiri. Apalagi bagi Provinsi Bali yang memiliki kekuatan perekonkmian dari destinasi wisata dan budaya. “Kita tidak menutup diri, bagaimana mensinergikan antara budaya dan teknologi,” ucapnya.

Maka dari itu, Provinsi Bali telah melakukan langkah, dimana sebanyak 1453 desa adat saat ini telah terpasang WiFi secara gratis pada tahun 2019. Untuk itu, dia berharap Bali menjadi smart provinsi pertama di Indonesia. Dengan demikian dapat membuka akses informasi dan pasar. “Karena permasalahannya, banyak hasil desa terbentur aspek pasar,” ucapnya.

Provinsi Bali juga, lanjut Wagub, sedang mengkaji sumber energi matahari sebagai pengganti energi fosil yang selama ini digunakan. “Kami juga sedang susun Pergub penggunaan kendaraan listrik. Ini upaya kami dalam menerima perkembangan teknologi yang ada saat ini,” ucapnya.

Karena bagaimanapun, pariwisata dan budaya sangat kompleks dan sensitif, apabila dihubungkan dengan kemajuan teknologi. Maka dari itu, Wagub berharap kepada rektor agar kiranya bisa menemukan riset dan inovasi bagaimana mengadopsi kemajuan teknologi namun tetap dapat mempertahankan budaya.

Tidak hanya dihadiri oleh para penerima anugerah iptek. Acara malam apresiasi ini dihadiri pula Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im, Dirjen Belmawa Ismunandar, Kepala LPNK, hadir juga Menristek Tahun 1998 Rahadi Ramelan, para rektor, pelaku industri dan jajaran pejabat Eselon II di lingkup Kementerian Ristekdikti, jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan juga tamu undangan.

Dilaksanakan pula Penyerahan Penghargaan Perguruan Tinggi yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam rangka memotivasi dan mendorong tumbuhnya budaya mutu di perguruan tinggi. Penghargaan ini diberikan secara selektif kepada perguruan tinggi non PTN-BH dan terakreditasi peringkat A atau B yang telah mengisi instrumen pemetaan SPMI online tahun 2019. Penerima apresiasi telah divisitasi dan diverifikasi kelengkapan dokumen SPMI, serta direview kesesuaian penerapannya oleh tim Pengembang SPMI.

Diberikan pula penghargaan kepada Lomba Penulisan, Foto dan Vlog Untuk Iptek Inovasi kategori Wartawan dan Non Wartawan/Umum. Serta penandatangan beberapa MoU dan Penjanjian kerja sama yang ditandatangani dalam acara ini yaitu :

  • Nota Kesepahaman antara Ombudsman Republik Indonesia dan Kemenristekdikti, tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Kemenristekdikti. Kepala Ombudsman Niniek Rahayu.
  • Perjanjian Kerjasama antara Ombudsman Republik Indonesia dan Kemenristekdikti, tentang Kerja Sama Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Kemenristekdikti
  • Perjanjian Kerjasama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, tentang Penelitian, Pengembangan, Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam mendukung Tugas Kepolisian.
  • Nota Kesepahaman antara Politeknik Negeri Batam dengan Yayasan Lion Pendidikan, tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Berikut ini, penghargaan PT yang menerapkan SPMI
Kategori Universitas

  • Universitas Atmajaya
  • Universitas Kristen Petra.
    Kategori Politeknik
  • Politeknik Negeri Bandung
  • Politeknik Negeri Jakarta
    Kategori Sekolah Tinggi
  • Sekolah Tinggi Manajemen PPM.
    Kategori Institut
  • Institut Transportasi Logistik Trisakti.

Daftar penerima Anugerah Iptek dan Inovasi 2019:

Budhipura:
Peringkat I : Sulawesi Selatan
Peringkat II         : Jawa Barat
Peringkat III        : Jawa Tengah

Budhiparaja Kota
Peringkat I           : Cimahi
Peringkat II         : Tegal
Peringkat III        : Tarakan

Budhipraja Kabupaten:
Peringkat I           : Luwu Utara
Peringkat II         : Wonogiri
Peringkat III        : Kulonprogo

Widyapdhi Universitas/Institut – Subkategori Manajemen Inovasi:
Peringkat I           : Universitas Hasanuddin
Peringkat II         : Universitas Telkom
Peringkat III        : Universitas Padjadjaran

Widyapadhi Universitas/Institut – Subkategori Produk Inovasi:
Peringkat I           : Institut Teknologi Bandung
Peringkat II         : Institut Pertanian Bogor
Peringkat III        : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Widyapadhi Politeknik – Subkategori Manajemen Inovasi:
Peringkat I           : Politeknik Negeri Semarang
Peringkat II         : Politeknik TEDC
Peringkat III        : Politeknik Caltex

Widyapadhi Politeknik – Subkategori Produk Inovasi:
Peringkat I           : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Peringkat II         : Politeknik Negeri Malang
Peringkat III        : Politeknik Indonusa Surakarta

Prayoga Sala:
Peringkat I           : Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peringkat II         : Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam Lembaha Ilmu Pengetahuan Indonnesia
Peringkat III        : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Abudaya BUMN:
Peringkat I           : PT Pertamina
Peringkat II         : PT Pupuk Kaltim
Peringkat III        : PT Pindad

Abudaya BUMS:
Peringkat I           : PT Zenith Allmart Precisindo
Peringkat II         : PT Xirca Silicon Technology
Peringkat III        : PT SamuderaLuas Paramacitra

Labdha Kretya – Subkategori Kerekayasaan:
Peringkat I           : Eko Handoko & Tim “Rekayasa Mesin Serut Bambu Multifungsi 3 in 1”
Peringkat II         : Ihsan Hakim & Tim “Bending 3 Axis Man-Tech”
Peringkat III        : Komunitas Lingkar Literasi Studi Tjokro “Mas Jawa T-Netra”

Labdha Kretya – Subkategori Pengembangan Sumber Daya Alam:
Peringkat I           : I Made Sumasa “Pembenihan Kepiting Bakau Produk Makanan Berbasis Bakau, Kuliner dan Ekowisata Hutan Bakau”
Peringkat II         : Yadi “Roti Goplek Inagiri”
Peringkat III        : Muhammad Sobri “Bioreaktor Kapal Selam”

Widya Kridha:

Sub kategori menghasilkan Produk Inovasi yang Sangat Bermanfaat bagi Masyarakat:
ITB Innovation Park

Sub kategori menghasilkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (Start up Berbasis Teknologi):
IPB Science Techno Park

Sub Kategori memberikan Layanan Teknologi kepada Industri:
UGM Science Techno Park

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik