JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir secara resmi melantik Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang baru, Laksana Tri Handoko menggantikan Plt. Kepala LIPI Bambang Subiyanto. Menristekdikti M. Nasir menyampaikan bahwa pelantikan pejabat merupakan reorganisasi yang menjadi hal rutin dilakukan di lembaga pemerintah, selebihnya adalah amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya.

“Jabatan adalah suatu amanah, bukan jabatan adalah sesuatu yang harus diburu. Kita harus menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya, apalagi di era dan situasi sekarang dalam menghadapi revolusi industri 4.0 menjadi tantangan yang jauh lebih berat,” ucap Nasir dalam sambutannya di Auditorium LIPI, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/5).

Dengan dilantiknya Kepala LIPI yang baru, Menteri Nasir mendorong LlPI untuk bisa bekerja keras dalam meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia. “Tugas yang harus kita hadapi pada era revolusi industri 4.0, dimana situasi yang selalu dihadapkan pada cyber physical system yang harus kita kembangkan secara terus menerus,” imbuhnya.

Selain itu, Menteri Nasir mengingatkan agar LIPI dapat menjaga kepercayaan publik untuk menjadi lembaga yang mempunyai marwah demi meningkatkan kualitas pengetahuan yang ada di Indonesia, baik dari bidang sains dan teknologi serta bidang sains dan sosial.

“Disamping masalah pekerjaan yang rutin, tanggung jawab yang paling utama adalah menciptakan good government governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Ini akan menjadi tuntutan utama oleh apa yang kita lakukan seperti, transparancy, awareness, accountability dan bertanggung jawab,” papar Nasir.

Plt. Kepala LIPI Bambang Subiyanto mengatakan, Tri Handoko adalah salah satu ilmuwan Indonesia atau peneliti fisika berprestasi Indonesia. Dirinya mengucapkan rasa syukur dan selamat atas terpilihnya kepala LIPI yang baru.

“Harapan saya, Handoko ke depan mampu membawa LIPI dan iptek di Indonesi menjadi lebih baik dan lebih maju. Sebab, menjadi Kepala LIPI haruslah orang yang visioner dan mampu menempatkan iptek menjadi bagian penting dari negeri ini,” ujar Bambang.

Setelah dilantik menjadi Kepala LIPI, Handoko memiliki tugas yang berat. Sebagai lembaga riset utama representasi bangsa Indonesia, LIPI diharapkan mampu berkiprah secara global, tetapi pada saat yang sama harus mampu menjadi penyedia solusi berbasis iptek untuk berbagai masalah di masyarakat.

“Dengan kata lain tugas utama adalah menjadikan LIPI sebagai lembaga riset yang mengglobal dan sekaligus memasyarakat,” ungkap Handoko.