Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 263/SP/HM/BKKP/XI/2019

Tangerang Selatan – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengagumi banyak pemuda Indonesia yang tidak hanya puas menggunakan teknologi, namun turut mengembangkan teknologi baru dengan menjadi peneliti dan inovator. Kemenristek/BRIN memberi dukungan kepada mereka dengan memberikan fasilitas inkubasi atau pembinaan bisnis, akses menggunakan laboratorium, dan upaya dukungan atau afirmasi dalam pemenuhan standarisasi produk sebelum dipasarkan.

“Saya lihat banyak sekali ‘startupper’ muda maupun yang masih bersemangat muda, yang berupaya selalu mengembangkan teknologi. Mereka tidak berhenti hanya sebagai pemakai teknologi, tapi mereka berusaha mengeksplorasi teknologi yang mereka gunakan itu bisa menghasilkan temuan atau produk inovasi yang malah bisa menjadi pengganti impor dan mengurai ketergantungan kita terhadap produk asing,” ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro saat Kunjungan Kerja ke TBIC Puspiptek, Pusat Penelitian Kimia LIPI, dan Pusat Penelitian Fisika LIPI yang berada di Kompleks Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat (23/11).

Menteri Bambang memulai kunjungan kerjanya dengan meninjau para inovator dan startupper yang dibina atau diinkubasi dalam program ‘Technology Business Incubation Center (TBIC)’ – Puspiptek. Dalam kesempatan ini Menristek/Kepala BRIN mendengarkan kemajuan maupun tantangan mereka dalam menyesuaikan produk inovasi dengan parameter standardisasi, sebelum dapat digunakan atau dikonsumsi masyarakat. Dukungan berupa afirmasi produk inovasi, diupayakan untuk diberikan oleh ‘Badan Standardisasi Nasional (BSN)’ dan ‘Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)’ kepada para starupper yang masih dalam proses standarisasi tersebut.

“Kami melihat masih ada tantangan/ kendala untuk standardisasi, dimana kami akan berdiskusi dengan BSN untuk bisa mempercepat standardisasi produk-produk inovasi yang relatif masih baru sama sekali. Kemudian karena ada startup yang memproduksi inovasi ‘obat dan makanan’, maka izin yang terkait dengan BPOM, maka kami juga akan berkonsultasi dengan BPOM agar prosesnya bisa dipercepat, dan sebaiknya ada upaya afirmasi untuk inovasi dalam negeri. Intinya saya merasa bersemangat melihat para startupper muda dan yg mempunyai jiwa/semangat muda tadi, tetap berupaya untuk mencari terobosan baru yang tentunya bisa menjadi produk unggulan Indonesia,” ungkap Bambang Brodjonegoro.

Setelah mengunjungi para startupper di TBIC Puspiptek, Menteri Bambang Brodjonegoro kemudian meninjau fasilitas Pusat Penelitian Kimia (P2K) dan Pusat Penelitian Fisika (P2F) yang dikelola LIPI di Kompleks Puspiptek. Menristek/Kepala BRIN mendukung para ilmuwan millenial Indonesia untuk melihat dan memanfaatkan alat, mesin, dan teknologi dari pusat-pusat penelitian di kawasan Puspiptek tersebut.

“Meninjau fasilitas LIPI, baik di pusat / laboratorium fisika dan kimia, sesungguhnya fasilitas laboratorium dan peralatannya banyak yang canggih. Beberapa alat atau mesin yang dimiliki, terkadang hanya satu-satunya di Indonesia, jadi kami tekankan agar para ilmuwan di Indonesia dari manapun anda berasal, saya harapkan suatu kali dapat menggunakan fasilitas yang ada, dan tidak hanya peneliti dari LIPI yang bisa memanfaatkan alat-alat ini, semoga!. Jadi, tidak ada alasan bagi mereka yang tidak bisa mengembangkan ilmu yang canggih, misalnya nanoteknologi dengan alasan tidak ada alat atau lab karena ini adalah milik pemerintah, siapapun berhak memakai untuk tujuan penelitian,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Dalam peninjauan ke laboratorium Fisika, Bambang Brodjonegoro melihat perkembangan teknologi baterai lithium yang sedang diteliti oleh LIPI. Baterai lithium ini ditargetkan akan digunakan untuk seluruh kendaraan listrik buatan dalam negeri.

“Kita harus lakukan dengan hati-hati dengan memperhatikan semua aspek, baik aspek teknik, standardisasi, maupun aspek ekonominya sehingga kalau kita ingin mengembangkan industri mobil atau motor listrik, kita paling tidak punya keunggulan di sisi baterainya,” ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Sri Setiawati, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan, serta para pejabat, peneliti, inovator dan pegawai Puspiptek dan LIPI, serta para startupper binaan TBIC Puspiptek.


Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN