JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali menggelar acara LIKE (Learning, Innovation, Knowledge & Exhibition) menjelang Hari Listrik Nasional ke-73 pada 27 Oktober nanti. Acara tahunan yang berlangsung pada 23-25 Oktober 2018 ini bertemakan “Transformasi PLN untuk Pertumbuhan Berkelanjutkan”. LIKE PLN merupakan transformasi dari KNIFE (Knowledge, Norm, Innovation, Festival and Exhibition) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2009 yang meliputi Seleksi Penghargaan Karya Inovasi Pegawai, Knowledge Sharing, Innovator Talkshow, Festival Budaya dan PLN Expo.

Sehubungan dengan hal tersebut Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe memberikan sharing session dengan topik “Inovasi Kunci Untuk Bertahan dan Berkembang” pada pembukaan acara LIKE PLN.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan inovasi merupakan proses perubahan yang terus dialami setiap saat, perubahan bisa mengakibatkan suatu perubahan yang radikal atau distruptif. Sekarang banyak terjadi tiba-tiba terjadi penerapan teknologi yang membuat perubahan di segala aspek contohnya kehadiran ojek online dari konvensional menjadi tersistem yang memudahkan costumernya lebih murah nyaman dan cepat sampai.

“Inovasi merupakan hasil pemikiran, penelitian, pengembangan, penerapan atau kerekayasaan. Inovasi tidak hanya perubahan tapi bagaimana bisa kita diseminasikan kalau kita melakukan sesuatu tetapi hanya untuk diri sendiri tidak akan memberi manfaat, Inovasi harus memberi manfaat baik kepada masyarakat bangsa dan negara “, Ujar Jumain Appe di kantor PLN (Persero) Jakarta (23/10).

Jumain juga mengatakan untuk hal yang arahnya bisnis usaha pemula terutama Startup setiap tahunnya lebih dari 100 produk inovasi, selama 2015 – 2018 sudah 923 Startup dan saya kira dibidang energi juga sudah banyak untuk pangan dan TIK, saya kira dengan adanya LIKE PLN ini kita bisa kembangkan kerjasama antara Ristekdikti dengan PLN untuk mendorong hasil-hasil inovasi menjadi suatu Startup kedepan, ini saya kira sangat penting untuk dilakukan karena kalau digunakan secara internal belum jadi inovasi yang sebenarnya.

Lebih jauh dari itu bagaimana mengembangkan suatu model yang bisa diterapkan secara banyak untuk sustainabelity sehingga perlu ada bisnis modelnya tanpa ada bisnis model nanti akan mati.

Tanpa R&D dan pendidikan kita tidak bisa meraih apa-apa, Inovasi adalah mesin utama perubahan dunia, inovasi tidak tumbuh tanpa penguasaan iptek.

Lebih lanjut lagi Dirjen Penguatan Inovasi mengatakan arahan Presiden Republik Indonesia untuk perubahan paradigma bahwa penguasaan iptek dan inovasi oleh SDM indonesia sebagai basis pengembangan dan penguatan daya saing bangsa.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy N. Sommeng menambahkan, dalam rangka memasuki era industri 4.0 dimana peran digital lebih ditonjolkan, pasokan ketenagalistrikan tentunya menjadi hal krusial yang mendukung berjalannya era industri tersebut. Pihaknya mendukung revolusi Industry 4.0 dengan memastikan ketersediaan dan keandalan listrik terus terjaga dengan baik, diantaranya melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang adil dan merata.

 

Layanan Informasi
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi