BALI – Sebagai upaya untuk menghadapi tantangan di era keterbukaan informasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) senantiasa mendorong peningkatan kapasitas sumberdaya kehumasan agar memiliki daya saing dan keterampilan yang mumpuni. Sumberdaya manusia merupakan faktor penting guna mendorong pembangunan nasional, untuk itu Presiden Jokowi sangat memprioritaskan peningkatan SDM di tahun 2019.

Rektor Universitas Udayana, A.A Raka Sudewi mengemukakan pihaknya sangat concern terhadap peningkatan mutu SDM. Karena dengan kualitas yang baik dapat dihasilkan kinerja perguruan tinggi yang baik pula. Untuk itu, Universitas Udayana menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Kehumasan dan Akademik sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi SDM dan layanan yang profesional dalam pelaksanaan tugasnya kepada publik.

Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi mengatakan guna menghadapi perang informasi, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi baik dari sisi kebijakan dan program komunikasi publik, publikasi dan dokumentasi, maupun kerjasama internasional.

“Humas dalam hal ini merupakan garda terdepan dimana setiap informasi yang masuk dan keluar mengenai lembaga itu melalui kita. Untuk itu, kita harus dekat dengan pengambil keputusan atau pimpinan. Sehingga kita menguasai semua informasi organisasi dimana kita berada,” jelas Nada saat memberikan materi pada lokakarya tersebut (28/9).

Nada menambahkan, tugas humas semakin berat dan menantang karena di era ini yang paling banyak digunakan masyarakat adalah media online, terutama media sosial.

“Apalagi jika kita menghadapi kaum milenials. Maka kita harus ikut juga dalam dunia mereka. Artinya media yang dipakai pun seperti instagram, twitter, dan sebagainya. Kita harus ikut aktif menyebarkan informasi melalui media-media tersebut,” imbuhnya.

Selain memiliki dampak positif tidak dapat dipungkiri media sosial juga dapat mengakibatkan sejumlah persoalan baru. Isu-isu palsu (hoax) dapat menyebar secara cepat dan simultan. Wakil Ketua Tim Sinergi Media Sosial Aparatur Negara (SIMAN), Arwin Datumaya, mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial. Humas perguruan tinggi juga dihimbau untuk secara cepat melakukan klarifikasi jika terdapat berita negatif maupun hoax agar masyarakat tidak ikut terjurumus.

“Humas adalah ujung tombak institusi di era perang informasi dan Tim SIMAN merupakan ‘force multiplier’ Humas pada aspek media sosial,” tegas Arwin.

Hal senada disepakati oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik, Ade Kadarisman. Pihaknya juga sangat mengoptimalkan penggunaan media sosial dan senantiasa memonitor setiap isu yang beredar melalui media tersebut. Selain itu, UNPAD juga telah memiliki sejumlah program komunikasi publik seperti Siaran Radio, Unit Layanan Terpadu, Community Relations, dan lain sebagainya.

“Humas harus bangga dan mampu menjadi bagian dari ketahanan nasional di bidang informasi. Semuanya demi menjaga NKRI,” ujar Ade. Pada lokakarya tersebut, Ade memaparkan materi mengenai Media Sosial dan Transformasi Digital serta Manfaatnya untuk Pelayanan Kehumasan dan Akademik serta Reputasi Institusi.

Lokakarya yang dihadiri oleh para wakil dekan, wakil direktur, dan para pegawai di lingkungan Universitas Udayana  tersebut berlangsung hangat dan kemudian ditutup oleh Wakil Rektor IV Unud, Ida Bagus Wyasa Putra.

 

I Gusti Ngurah Indra Kecapa, Ayu Pravita, Karina Ayu

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti dan Biro Akademik, Kerjasama dan Humas UNUD