*Siaran Pers*
*Nomor : 213/SP/HM/BKKP/XI/2018*

 

Menristekdikti memberikan Orasi Ilmiah pada Wisuda ke-94 Universitas Tadulako yang digelar di Lapangan Universitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta, Tondo, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018) dengan hanya beratapkan tenda, karena gedung yang digunakan untuk wisuda masih rusak akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

Dalam orasi ilmiahnya Menristekdikti Mohamad Nasir mengajak seluruh civitas akademik Universitas Tadulako untuk lakukan perbaikan disemua sektor. Nasir menyampaikan jangan sampai kampus yang rusak menjadi penghalang untuk bangkit dan menghilangkan rasa semangat Untad. Selain itu Nasir juga jelaskan bahwa dirinya telah mengajak Kementerian PUPR untuk merevitalisasi bangunan kampus.

“Saya telah berkoordinasi dengan menteri PUPR. Oleh Pak Menteri PUPR rencananya dianggarkan untuk menyelesaikan perbaikan kampus pada tahun 2019, sebesar 283 Miliar Rupiah. Menyelesaikan berbagai gedung yang masih rusak atau mungkin yang hancur. Akan kita selesaikan di tahun 2019,” tutur Nasir.

Dalam kesempatan itu Nasir memberikan Beasiswa Bidikmisi kepada 896 mahasiswa korban gempa dan tsunami di Universitas Tadulako yang diwakili secara simbolis kepada 5 mahasiswa Universitas Tadulako.

“Dalam wisuda ke-94 kali ini kami sengaja melakukan penyesuaian item-item acara tanpa mengurangi makna yang dikandungnya. Wisudawan jangan tanya Hakikat apa yang ada didalam tenda sederhana ini sebab selain tidak bisa ditakar dengan rupiah juga akan menjadi kisah nyata dalam perjalanan kalian dimasa yang akan datang,” ucap Rektor Untad M. Basyir Cyio.

Basyir juga mengingatkan bahwa tidak dilarang untuk bersedih bahkan boleh saja menangis dan terisak. Namun tidak boleh larut keberkepanjangan dalam duka.

“Mari kita jadikan duka ini sebagai awal kehidupan kita, cobaan gempa bumi, tsunami, likuifaksi, yang Tuhan tunjukkan adalah sebuah pembelajaran bahwa kita dihadapan Tuhan bukan siapa-siapa,” lanjut Basyir.

 

*Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik*
*Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi*