Siaran Pers
Nomor : 178/SP/HM/BKKP/IX/2018

 

Semarang, 22 September 2018

Dewasa ini, tak dapat dipungkiri bahwa teknologi hadir dalam setiap sendi kehidupan untuk memudahkan kehidupan manusia. Kehadiran teknologi tentunya diawali dari riset yang dilakukan para ahli di bidangnya. Atas dasar kebutuhan, riset dilakukan hingga melahirkan berbagai teknologi dan inovasi yang kini sehari-hari kita gunakan.

Agar inovasi Indonesia dapat tumbuh dan bersaing dengan bangsa lain, budaya riset harus diciptakan di perguruan tinggi mulai dari mahasiswa hingga dosen. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad saat memberikan sambutan pada acara Festival Riset 2018 di Universitas Diponegoro, Semarang.

“Zaman sekarang, bukan yang paling kaya atau yang paling pintar yang bisa survive, tapi yang dapat beradaptasi dan kompetitif,”ujar Intan.

Dalam acara yang diadakan di Gedung ICT Undip pada Sabtu (22/9) tersebut, Intan juga memberikan pesan kepada para mahasiswa Undip agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman sehingga dapat survive di era revolusi industri 4.0 ini. Selain itu, para dosen juga diberikan amanat untuk memberikan pendidikan yang berkualitas.

“Ini tugas rektor dan dosen yang sangat berat karena memberikan pelajaran untuk sesuatu yang belum ada sekarang, namun bagaimana cara mempersiapkan generasi muda yang adaptif,”Intan Ahmad, menambahkan.

Intan menjelaskan pentingnya pendidikan tinggi agar dapat bersaing dengan bangsa lain. Intan melanjutkan, bahwa di Indonesia hanya 12% pekerja yang berpendidikan tinggi. Hal ini dikarenakan faktor geografis Indonesia yang unik sehingga pemerataan pendidikan.

“Kalau mau bersaing dengan pekerja asing harus punya pendidikan yang sebanding”, tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Intan Ahmad menyampaikan apresiasi kegiatan Festival Riset 2018 yang diselenggarakan oleh BEM Undip tersebut. Intan optimis, melalui acara seperti ini, kita bisa bersaing dengan bangsa lain.

 

Alvin Eka Priyadi
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti