TANGSEL – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia saat ini masih berada pada angka 32,5%, jika dibandingkan dengan negara maju seperti Korea Selatan cukup jauh tertinggal, karena Korea Selatan APK Pendidikan Tingginya sudah di angka 92%. Menteri Nasir mengatakan mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas maka salah solusi Kemenristekdikti untuk meningkatkan APK Pendidikan Tinggi di Indonesia adalah dengan Pendidikan Jarak jauh (PJJ).

“Dalam hal membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dapat dilakukan pendidikan melalui jarak jauh. Seperti dilakukan oleh Universitas Terbuka (UT) yang dapat menjangkau banyak wilayah, baik di dalam, maupun di luar negeri melalui program belajar jarak jauhnya,” ujar Menteri Nasir saat memberikan sambutan pada acara Dies Natalis UT ke-34 di gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (4/9).

Menteri Nasir menambahkan bahwa saat ini dunia telah berada pada era Revolusi Industri 4.0, oleh karena itu sistem pendidikan tinggi termasuk pendidikan jarak jauh (PJJ) harus mampu beradaptasi dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan zaman. Sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) yang selama ini dijalani oleh UT harus juga dapat berevolusi dan mendapat sentuhan perkembangan teknologi 4.0 agar mampu menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi. Menristekdikti menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0 ada pergeseran yang luar biasa, saat ini produk apapun dapat terintegerasi ‘digital’, fisik, dan human-nya. Hal ini dapat dimanfaatkan di bidang pendidikan jarak jauh.

“Saya membayangkan nantinya orang yang sedang berlayar di berbagai belahan dunia bisa berkuliah dengan hanya membawa handphone”, imbuhnya.

Dalam acara Dies Natalis UT ke-34 bertajuk “Merajut Nusa, Membangun Bangsa”, Menteri Nasir memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada UT atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas dan tridharma perguruan tinggi. Selain itu apresiasi juga diberikan kepada UT karena menjadi pelopor program perkuliahan jarak jauh.

“UT dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendidik bangsa indonesia menjadi lebih baik. Harapan saya APK Pendidikan Tinggi Indonesia tahun 2019 bisa tumbuh mencapai 35%,’ pungkas Menristekdikti.

Sementara itu, Rektor UT Ojat Darojat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UT diberi mandat sesuai SK Presiden Nomor 41 Tahun 1984 untuk memberikan layanan akses perguruan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Program Nawacita ke 5, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, terutama di daerah pinggiran.

“Kepentingan UT adalah untuk membangun kualitas SDM, bukan hanya di perkotaan, tapi juga ke wilayah provinsi dari Sabang sampai Merauke”, tutur Ojat.

“UT siap mendukung program Kemenristekdikti serta membantu perguruan tinggi lain agar memiliki kapasitas dalam pembelajaran jarak jauh”, tambah Rektor UT.

Sebelum memberikan kuliah umum, Menteri Nasir mengawali kegiatan dengan jamuan ‘coffee morning’ bersama Rektor dan Civitas UT di samping Danau UT sembari menikmati pesonanya. Turut hadir pada acara ini Staf Ahli Bidang Akademik Paulina Panen, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Rina Indiastuti, serta civitas akademika lainnya.