Siaran Pers Kemenristekdikti

Nomor : 200/SP/HM/BKKP/X/2018

 

JAKARTA – Empat (4) tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, salah satu fokus pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah melakukan transformasi perekonomian negara dari ekonomi berbasis pada sumber daya alam (resource based economy) menjadi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based economy). Riset dan inovasi merupakan kunci utama dari transformasi tersebut. Oleh karena itu, Kemenristekdikti selama empat tahun ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan budaya riset dan inovasi di perguruan tinggi, lembaga penelitian dan masyarakat.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam acara Jumpa Pers Forum Merdeka Barat di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara Jakarta, Selasa (24/10), mengatakan dalam rentang waktu empat tahun ini, riset dan inovasi Indonesia meningkat secara pesat. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya jumlah perusahaan startup di Indonesia yang dikelola oleh Kemenristekdikti dan melesatnya kinerja publikasi ilmiah internasional Indonesia.

Menteri Nasir menjelaskan Kemenristekdikti memiliki berbagai program untuk pembudayaan kewirausahaan dan peningkatan inovasi, baik di perguruan tinggi maupun di masyarakat yaitu melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT). PPBT adalah program seed funding yang diberikan kepada tenant PPBT melalui lembaga inkubator bisnis untuk menjalankan proses inkubasi terhadap perusahaan pemula/tenant sehingga siap untuk menjadi PPBT yang profitable dan sustainable.

Sedangkan CPPBT adalah program pendanaan yang diberikan melalui skema insentif yang ditujukan kepada dosen, mahasiswa, atau dosen dan mahasiswa melalui lembaga pengelola hasil riset dan pengembangan yang produknya sudah siap dikomersialisasikan.

“Melalui skema PPBT dan CPPBT, jumlah startup dan calon startup di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Dari awalnya berjumlah 52 startup dan calon startup di tahun 2015 menjadi 956 di tahun 2018. Kita targetkan lebih dari 1000 di tahun 2019,” tutur Menristekdikti.

Untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia, setiap tahunnya Kemenristekdikti menyelenggarakan program Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E). Kegiatan bertujuan untuk mempromosikan produk-produk inovasi teknologi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat luas. I3E tahun ini diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal pada tanggal 25-28 Oktober 2018 dan akan diikuti 261 startup inovasi teknologi.

Menteri Nasir memaparkan bahwa inovasi sangat penting untuk meningkatkan ‘added value’ sebuah produk sehingga dapat memiliki nilai jauh lebih tinggi. Kehadiran perusahaan startup terutama di bidang teknologi sangat penting untuk menggerakkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan daya saing bangsa.

“Produk startup binaan Kemenristekdikti sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar. Contohnya produk Magic Ring, cincin penghemat BBM dan Penambah Performa Mesin Kendaraan Bermotor. Ada juga Kapal Pelat Datar, Kapal Baja dengan lambung pelat datar yang memiliki keunggulan di waktu produksi lebih cepat 30% dan biaya produksi lebih murah 25% dibandingkan kapal berbahan fiber ataupun kayu,” ungkap Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan bahwa inovasi tidak akan lahir tanpa adanya riset dan pengembangan. Berkat berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kemenristekdikti, selama empat tahun ini terjadi lompatan luar biasa dalam jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia.

“Publikasi ilmiah internasional meningkat pesat, jika pada hanya ada 5.299 publikasi dan Indonesia pada peringkat 4 di bawah Thailand di ASEAN. Per tanggal 10 Oktober Tahun 2018, publikasi ilmiah internasional Indonesia telah berhasil menghasilkan 20.610 publikasi dan berada di peringkat 2 ASEAN, di bawah Malaysia dengan 22.070 publikasi,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir memberikan catatan khusus capaian di bidang penguatan inovasi, yaitu pengembangan sepeda motor Gesit. Menteri Nasir menjelaskan bahwa sepeda motor listrik ini sudah siap diproduksi dan dikomersialisasikan.

“Sepeda motor listrik Gesit sudah siap diproduksi massal dan dipasarkan. Rencananya akan kami luncurkan pada bulan Desember 2018. Ini merupakan pioneer merek motor listrik Nasional pertama di Indonesia. Komponen lokal dari sepeda motor listrik Gesit sudah mencapai 88%,” pungkas Menteri Nasir.

Dalam jumpa pers ini Menristekdikti didampingi Sekretaris Jenderal Ainun Na’im dan Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi. Hadir juga sebagai narasumber dalam jumpa pers ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga,
Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing Committee Raja Sapta Oktohari dengan moderator Staf Khusus Presiden Adita Irawati.

 

Firman Hidayat, Dadan Nugraha, Rizqa Dwi Ananda
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti