Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 168/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Denpasar — Akreditasi diperlukan guna memastikan standar kualitas institusi pendidikan tinggi. Akreditasi juga diartikan sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja. Demi menyesuaikan karakteristik akreditasi untuk rumpun keilmuan berbeda, maka dibutuhkan lembaga akreditasi yang berfokus pada satu rumpun keilmuan.

Berpegang pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Ikatan Akuntan Indonesia atau (IAI), dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) menyepakati dibentuknya Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAM EMBA). Lembaga akreditasi tersebut diresmikan langsung melalui penekanan tombol sirene oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir dalam Pembukaan Rangkaian Kegiatan Sidang Pleno ISEI ke-20 (27/8).

Di Indonesia saat ini terdapat 4.111 program studi yang berada di bawah cabang ilmu ekonomi, manajemen, bisnis, dan akuntansi. Program studi pada empat bidang ilmu tersebut. belum semuanya terakreditasi. Bahkan, masih terdapat program studi yang akan kadaluwarsa masa akreditasinya dan kemungkinan pembukaan program studi baru. Kondisi ini menjadi latar belakang dari objek LAM EMBA. Sehingga, dapat dipastikan peran LAM EMBA menjadi sangat penting.

Pada acara yang diselenggarakan di Rumah Jabatan Gubernur Bali tersebut, Menristekdikti bersyukur atas diresmikannya LAM EMBA. Ia juga berterima kasih kepada ISEI, IAI, dan AFEBI yang telah menyukseskan pembentukan lembaga tersebut.

“Ini adalah LAM keempat yang saya resmikan. Saya sudah menunggu rintisannya sejak tahun 2012. Dulu awalnya akan dinamai LAM EBI namun tidak terwujud, sampai saat ini diresmikan LAM EMBA, saya senang sekali”, ujar Menristekdikti.

Nasir mengungkapkan bahwa melalui berdirinya berbagai lembaga akreditasi, terutama LAM EMBA nantinya dapat mewujudkan harapan Presiden untuk membuat perguruan tinggi di Indonesia meraih peringkat 200 besar dunia.

“Selamat atas berdirinya LAM EMBA, malam ini sudah menjadi lembaga akreditasi yang resmi. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik”, harap Nasir.

Mendukung Menristekdikti, Ketua Umum ISEI, Perry Warjiyo, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kelak LAM EMBA dapat digunakan sebagai penyampai pandangan kepada pemerintah untuk menyongsong ekonomi Indonesia menjadi lebih maju.

Acara yang digelar selepas makan malam tersebut juga dihadiri oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Andiningsih; Gubernur Bali, I Wayan Kostoer; Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Naim; Direktur Eksekutif LAM EMBA, M. Firdaus; serta ratusan peserta dari organisasi di bidang ekonomi seperti ISEI, IAI dan AFEBI.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti