Surabaya – Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merayakan hari jadinya yang ke-58. Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember diselenggarakan di Graha Sepuluh Nopember,Kampus ITS (10/11).

Selama 58 tahun memberikan sumbangsih bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia dan peningkatan daya saing bangsa, ITS telah mampu menghasilkan lulusan perguruan tinggi bermutu dan menciptakan inovasi dari hasil riset yang sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat kepada segenap civitas akademika ITS atas prestasi dan capaian luar biasa yang telah diraih ITS, yang mendukung capaian target-target dari Kemenristekdikti. Salah satunya menerapkan langkah inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat seperti pengembangan motor GESITS dan printer Braille,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Patdono Suwignjo saat memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis ke 58 ITS.

Dirjen Patdono berharap pada tahun 2024 ITS dapat menjadi salah satu perguruan tinggi yang masuk dalam skala ‘World Class University’ dalam ranking 500 besar. Ia mengungkapkan dibutuhkan usaha, komitmen dan perubahan maksimal pada bidang penelitian, alokasi anggaran, dari untuk mewujudkan nawacita tersebut.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT) mengisi orasi ilmiah dengan judul ‘Kreativitas, Inovasi, Entrepreneurship, dan Nilai Kepahlawanan sebagai Motor Penggerak Masa Depan ITS’. CT Menyebutkan, baik mahasiswa maupun alumni ITS perlu memegang teguh empat hal tersebut untuk masa depan yang lebih baik.

Dalam penjelasannya ia memaparkan tentang perubahan yang terjadi secara cepat dan berdampak besar dalam era disrupsi, valuasi perusahaan berbasis teknologi juga semakin tinggi. Ia mencontohkan bila dulunya perusahaan General Electric (GE) yang berfokus pada pengembangan mesin pesawat, peralatan rumah tangga, dan alat transportasi mampu menguasai dunia pada waktu itu. Namun sekarang bisa dilihat bahwa tren perkembangan teknologi telah bergeser, sehingga perusahaan teknologi digital menguasai ekosistem dan ekonomi dunia. Contoh sederhananya yaitu Google, Facebook, Amazon, dan lainnya.

“Nilai perusahaan dulu ditentukan oleh fisiknya seperti tanah, bangunan, pabrik, dan sebagainya. Namun sekarang aset yang paling berharga adalah data,” ujarnya.

Perubahan itu turut berdampak pada generasi sekarang, atau bisa disebut generasi millenials. Mereka memiliki pola hidup dan budaya yang berbeda, sehingga dibutuhkan pula penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya transformasi sistem pendidikan yang menekankan pada tiga aspek yaitu inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship yang didasari dengan semangat kepahlawanan.

Ia menambahkan, ITS juga harus mampu menerapkan sistem pendidikan yang berbasis inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship. “Selain itu, ITS harus mampu meneladani semangat kepahlawanan dalam perkembangannya menuju ITS yang baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, mengawali rangkaian acara, Rektor ITS Joni Hermana, memberikan laporan mengenai transformasi yang sudah dilakukan ITS selama beberapa tahun terakhir. ITS sendiri telah melahirkan banyak inovasi-inovasi yang berdampak baik di masyarakat. Hal itu bisa dilihat dengan beberapa produk seperti kapal laminasi bambu, mobil tenaga listrik BLITS, hingga kendaraan roda dua berpenggerak listrik GESITS.

Ia mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari wujud nyata ITS dalam menerapkan tujuan strategis yang sudah dicanangkan di awal. Ada tiga fokusan yang ingin dikembangkan oleh ITS, yaitu kontribusi pada permasalahan bangsa di bidang sains dan teknologi, kontribusi bangsa di level internasional untuk menjadi World Class University (WCU), dan transformasi ITS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). “Harapannya, tujuan strategis ITS itu bisa berdampak baik bagi masyarakat, baik di level nasional maupun internasional,” tuturnya.

Selain itu, ada beberapa rangkaian acara yang juga dilakukan sebagai pelengkap kemeriahan Dies Natalis ITS ke 58. Di antaranya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bundesanstalt fur Materialforschung undprufung (BAM) Jerman dengan ITS, peluncuran mesin printer braille, penganugerahan ClassNK Award 2018, dan pemberian penghargaan kepada mahasiswa, dosen serta karyawan yang telah berpartisipasi mengharumkan nama ITS baik di kancah nasional maupun internasional.

Pada kesempatan ini, ITS juga meresmikan Pusat Unggulan Iptek (PUI) di bidang industri kreatif yang ditandai dengan petikan gitar bambu karya ITS oleh Rektor Joni Hermana, Chairul Tanjung, Patdono Suwignjo, dan pimpinan ITS lainnya. Peluncuran PUI Industri Kreatif ini merupakan yang keempat, setelah sebelumnya ITS juga meresmikan PUI Sistem Kontrol Otomasi (SKO), PUI Mechatronics and Industrial Automation (MIA), dan PUI Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (Kekal).

 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti
dan

Humas Institut Teknologi Sepuluh Nopember