Serpong – Demikian petuah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat menjadi Keynote Speaker di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong, Rabu (13/4). Nasir mengungkapkan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia terutama lulusan Perguruan Tinggi, kompetensinya harus dinilai “mahal” oleh bangsa lain. “Artinya dengan demikian daya saing bangsa sudah berhasil,” ungkapnya.

Nasir menjelaskan sudah saatnya Perguruan Tinggi yang berbasis teknologi harus lebih berakselerasi, karena daya saing internasional lulusan Perguruan Tinggi terutama bidang teknologi yang lulusannya menjadi insinyur sudah sangat tinggi. “Saya harap ITI terus tingkatkan kompetensi lulusan sehingga daya saing lulusan yang akan menjadi insinyur dapat tercapai dengan baik,” ucapnya.

Dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini Nasir berencana akan lebih banyak membuka program-program studi bidang engineering dan sains dibandingkan dengan program studi bidang sosial. “Hal ini berdasarkan kepada kebutuhan bangsa ini yang membutuhkan tenaga-tenaga terampil, oleh karena itu bidang-bidang yang membutuhkan keterampilan akan dibuka lebih banyak,” ujarnya saat melihat angka tenaga terampil Indonesia yang masih rendah.

Dalam kuliah umumnya Nasir banyak juga banyak menyoroti mengenai hasil publikasi para peneliti. Menurutnya Indonesia memiliki 134 Perguruan Tinggi Negeri dan 4225 Perguruan Tinggi Swasta, namun publikasinya masih rendah dan masih dibawah Negara Thailand yang hanya memiliki sekitar 1000 Perguruan Tinggi.

“Kami sekarang mereduksi aturan-aturan yang memberatkan peneliti dan kami berikan insentif dari setiap publikasi yang dihasilkan. Dengan demikian kami harapkan publikasi internasional akan meningkat tajam dan dapat mengalahkan Negara lain terutama di wilayah ASEAN,” tegasnya. Pada penutup paparannya, Menteri Nasir berharap publikasi dan inovasi akan terus meningkat seiring kompetensi Perguruan Tinggi yang terus diperbaiki.

Hadir juga pada acara Kuliah Umum Perdana dengan tema “Pendidikan Tinggi Masa Depan di Indonesia”, di kampus ITI┬áSerpong adalah Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Sesditjen Belmawa Sutrisna Wibawa, Kepala Puspiptek Sri Setiawati, dan Rektor ITI Isnu Wardianto. (dzi/bkkp)