Cita bangsa untuk menggapai target Kemandirian Industri Mesin Perkakas  bukanlah hal yang ringan. Tentunya diperlukan komitmen serta aksi nyata oleh seluruh pelaku dan pemegang kepentingan di sektor industri nasional, serta dukungan teknologi yang handal.

Oleh karena itu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng semua pemangku kepentingan baik dari pihak Akademisi, Business dan Government (ABG)melalui pengembangan standar desain  pembuatan prototipe atau purwarupa “Mesin Bubut CNC” dan “Mesin Milling CNC”, untuk mendorong tumbuh kembangnya Industri Mesin Perkakas Nasional.

Diungkap Deputi BPPT Bidang Teknologi industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR), Wahyu Widodo Pandoe, saat mewakili Kepala BPPT mengatakan saat ini BPPT memiliki  fasilitas Design Institute (lab DI) dan fasilitas manufaktur (lab Delphi – Development Engineering Laboratory for Plant Equipment and Heavy Industry),  sebagai wadah berhimpun potensi intelektual anak bangsa dalam aktivitas rancang bangun dan rekayasa untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, mengatasi hambatan paten, desain industri, dan lisensi.

“Adanya fasilitas lab BPPT tersebut diatas memungkinkan dilakukannya pengembangan purwarupa mesin perkakas yang dapat digunakan pada tingkat industri maupun sarana pelatihan pada bidang pendidikan. Purwarupa mesin perkakas ini akan sangat berguna bagi perkembangan industri nasional serta memicu peningkatan teknologi yang lebih canggih mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Deputi TIRBR, BPPT bersama dengan Kemenristekdikti dan PT. Daun Biru, telah mengembangkan purwarupa mesin bubut CNC kapasitas 5.5 KW dan mesin milling CNC kapasitas 3.7 KW yang diberi nama mesin bubut KIRANA CNC Kirana 5 dan mesin milling CNC GAYATRI 5.3.3.

“Setelah melewati tahapan perancangan, produksi dan assembling langkah selanjutnya adalah proses  pengujian untuk mengetahui capaian kualitas dayaguna dari mesin CNC yang diinginkan. Diantaranya dilakukan pengetesan terhadap ketelitian geometri (geometric test), dan juga dilakukan uji pemotongan (cutting test) sesuai dengan standard ISO1304-1 : 2004,” terangnya.

Untuk mengetahui kehandalan (realibility) dari kedua purwarupa mesin CNC tersebut maka dilakukanlah kerjasama dalam pemanfaatan purwarupa mesin CNC BPPT  dengan menempatkannya di Kampus Universitas Islam Nusantara Bandung.

“Diharapkan dengan penempatan ini pemanfaatan dan beban pemakaian mesin CNC yang tinggi dalam rangka uji coba dapat dioptimalkan dan sekaligus dapat mendukung dunia pendidikan dan pengajaran di bidang teknik manufaktur di UNINUS,” pungkasnya.

Sinergi Pemangku Kepentingan

Untuk mengurangi ketergantungan teknologi asing, perlu dikembangkan kemandirian teknologi dalam negeri pada industri mesin perkakas, sebagai dasar atau penyokong utama industri mesin atauengineering industri. Pada era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia industri sangat tinggi. Faktor dominan dalam memenangkan persaingan tersebut adalah QCD atau kualitas (Quality), harga (Cost) dan waktu penyerahan (Delivery) suatu produk.

Untuk memenuhi hal di atas, produktivitas dan efisiensi sistem produksi Industri Nasional harus selalu ditingkatkan, melalui pengembangan kemampuan industri mesin perkakas dalam negeri akan memperkuat industri permesinan/manufaktur di dalam negeri.

Kemandirian menjadi positioning strategy negara dan industri dalam memenangkan persaingan di era globalisasi. Saat ini profit bukan menjadi tujuan, tetapi merupakan luaran atau outcomes dari kemandirian. Lebih lanjut kemandirian melahirkan keberlangsungan (sustainability). Beberapa indikator utama dalam kemandirian industri adalah Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN dan peran serta industri permesinan dalam negeri yang maksimal, struktur yang kokoh, serta dukungan aktivitas R&D (Research and Development) yang saling bersinergi antara lembaga Kaji Terap dan industri.

Melalui acara Peluncuran Prototipe Mesin Bubut CNC dan Mesin Milling CNC BPPT yang diadakan di Kampus Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, pada hari Senin 7 Mei 2018 ini, diharapkan terjadinya sinergi diantara lembaga KAJI TERAP (Pengkajian dan Penerapan)  BPPT sebagai pembuat desain dan engineering purwarupa mesin CNC bersama mitra kerja industri dan pemangku kepentingan (stakeholders) dalam memanfaatkan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada Industri CNC lokal guna  meningkatkan potensi penggunaan produk mesin perkakas dalam negeri untuk pencapaian kemandirian Industri Nasional. (Humas BPPT)

sumber: https://www.bppt.go.id/teknologi-hankam-transportasi-manufakturing/3170-inovasi-mesin-cnc-bppt-dukung-revolusi-industri-4-0