JAKARTA – Indonesia saat ini telah memasuki era pasar bebas di lingkup ASEAN atau kerap disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Era ini menghadirkan persaingan yang sengit dan kompetitif antar negara-negara di Asia Tenggara dalam segala bidang. Untuk memenangkan persaingan tersebut, Indonesia mau tidak mau harus memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki. Untuk memaksimalkan potensi itu, Indonesia memerlukan terobosan baru yang berbasis iptek dan inovasi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui hasil-hasil risetnya memiliki perhatian penting terhadap upaya bangsa ini dalam menghasilkan terobosan baru berbasis iptek dan inovasi guna memenangkan persaingan di era MEA. Lembaga riset ini melalui Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) berusaha menemukan gagasan-gagasan baru dalam upaya memenangkan persaingan tersebut lewat hasil penelitian bidang kebijakan iptek dan inovasi serta manajemen litbang.

Dalam laporannya, Trina Fizzanty, Kepala Pappiptek LIPI menegaskan bahwa kontribusi LIPI dalam menghadapi MEA juga ditunjukkan dengan penyelenggaraan Forum Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Inovasi (Iptekin) VI 2016.

“Forum Iptekin ini diharapkan pula menjadi sarana bagi stakeholders, akademisi, komunitas, serta pemerhati iptek lainnya untuk menjawab tantangan MEA dengan fokus pada optimalisasi hasil-hasil inovasi karya anak bangsa,” jelasnya.

Plt. Wakil Kepala LIPI Bambang Subianto mengatakan Forum yang merupakan agenda tahunan ini telah diselenggarakan sejak 2011 di LIPI Jakarta yang merupakan Forum Iptekin I.

“Forum Iptekin adalah wadah dan sarana bagi para pemangku kepentingan, pelaku industri/bisnis, akademisi, baik dari prguruan tinggi dan lembaga litbang, serta komunitas atau masyarakat umum yang tertarik dengan isu-isu seputar iptek dan inovasi,” tambahnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi (Dirjen PI) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe hadir mewakili Menristekdikti untuk membuka secara langsung Forum Iptekin VI 2016 yang diselenggarakan di auditorium LIPI Jakarta, Selasa (8/11). Menurut Jumain Appe, acara Forum Iptekin 2016 ini mengambil tema yang sangat tepat yaitu, membangun kapasitas iptek dan inovasi untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai nilai global di era MEA.

“Saya kira tema ini sangat tepat untuk kita bahas dan diskusikan dalam rangka bagaimana bangsa kita menjadi suatu bangsa yang memiliki daya saing yang paling tinggi di asia tenggara, yang saat ini kita masih di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia serta Vietnam. Saat ini posisi daya saing kita secara Internasional dari 144 negara juga menurun,” ujar Jumain.

Kita juga menyadari bahwa penggerak ekonomi, atau kunci penggerak ekonomi kedepan itu adalah inovasi, tambah Jumain.

Hadir sejumlah pembicara utama dalam Forum tersebut, antara lain Jusman Syafii Djamal (Komisaris PT Garuda Indonesia dan Mantan Menteri Perhubungan RI Periode 2007 – 2009) dan Dietmar Lampert (Peneliti dsri Zentrum fur Soziale Innovation, Austria).

Galeri