JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) berkolaborasi dengan Indonesian Mathematical Society (IndoMS) menggelar International Conference of Education on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (ICE-STEM) 17-19 Oktober 2017 di Aula KH. Ahmad Dahlan Gedung A FKIP UHAMKA.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Rektor UHAMKA Suyatno, Presiden of IndoMS Intan Muchtadi, dan para mahasiswa pendidikan matematika UHAMKA.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Intan Ahmad mengatakan hampir semua ilmu pengetahuan dan teknologi itu ada kontribusi matematikanya. “Jadi jika matematika kita tidak kuat, maka akan berat. Pendidikan matematika dimulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi (PT). Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi adanya kongres yang mengikutsertakan para ahli dari dalam negeri maupun luar negei. Harapannya matematika menjadi mata kuliah atau mata pelajaran yang disukai, bukan yang dihindari. Sehingga para ahli bisa membuat pelajaran matematika agar dapat diminati oleh seluruh kalangan,” ujar Intan yang mengenakan batik merah.

Intan menjelaskan kongres ini diselenggarakan oleh IndoMS, jadi isinya adalah para matematikawan yang memang sejak dulu merupakan organisasi profesi matematika yang ingin meningkatkan bagaimana kontribusi matematika dalam pengembangan iptek termasuk pembelajaran dan pengajaran.

“Peran orang tua juga sangat penting bahwa matematika bukanlah pelajaran yang harus ditakuti namun menjadi pelajaran yang menarik, dan bila kita belajar matematika semakin banyak kesempatan di dunia ini yang akan terbuka. Untuk sukses diseluruh bidang harus memiliki pemahaman matematika, misalnya jika kita akan melakukan pemahan statistic maka kita harus paham matematika, jika tidak maka akan sulit. Bahkan dinegara maju mahasiswa ilmu hukum yang memiliki latar belakang matematika, dalam penanganan kasus dan keputusan dalam hukum yang mereka lakukan akan sangat baik,” tambahnya dengan optimis.

Narasumber yang hadir dalam kongres ini antara lain Budi Nurani Ruchjana dari Universitas Padjajaran, Sompron Chuai Aree Prince of Songkla University, Kamisah Osman dari University Kebangsaan Malaysia, dan Imam Roebandi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Selain itu dihari kedua juga dihadiri oleh narasumber Zulkardi dari Universitas Sriwijaya, Intan Muchtadi dari Institut Teknologi Bandung, dan Yoppy Wahyu Purnomo dari UHAMKA. (NF)