(Lebak, 28/10/2018) “Di Kabupaten Lebak, kami telah mencoba beberapa varietas padi hasil litbang BATAN, Mira I yang paling cocok, hasil panennya paling tinggi”, demikian menurut Andi Apriany Fatmawaty, dosen Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada kegiatan Demo Teknologi Bidang Pertanian di Aula Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriyatna, Mira I mempunyai produktivitas tinggi dan rasanya pulen sehingga disukai masyarakat. Dede berharap setelah kegiatan ini ada MoU di bidang pertanian antara Kabupaten Lebak dengan BATAN sehingga pertanian di Kabupaten Lebak bisa lebih maju.

Kegiatan Demo Teknologi ini hadir juga Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Halim, Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN Hendig Winarno, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Ruslan, Kepala Dinas Kominfo Doddy Irawan, Camat Kalanganyar Yeni Mulyani, dan Kepala Desa Aweh Hartobi.

Dalam sambutannya, Abdul Halim mengatakan nuklir tidak selalu terkait dengan bom atom, nuklir mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan. BATAN merupakan mitra DPR, yang melakukan penelitian yang berkaitan dengan nuklir. “Penelitian nuklir di bidang pertanian mampu memperpendek umur tanaman padi” ungkapnya.

Hendig Winarno menyampaikan pemaparan mengenai pemanfaatan nuklir di bidang pertanian, kesehatan, industri dan energi.  Di bidang pertanian BATAN telah menghasilkan 23 varietas padi. “BATAN menggunakan radiasi untuk menghasilkan benih unggul” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan benih padi unggul hasil litbang BATAN Mira I sebanyak 500 kg kepada 100 petani yang hadir untuk disebar di lahan seluas 20 Ha di Kecamatan Kalanganyar. Yeni Mulyani mengapresiasi kegiatan ini dan berharap produktivitas pertanian di Kecamatan Kalanganyar meningkat. (isnahr)

sumber: http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/pendayagunaan-teknologi-nuklir/diseminasi-dan-kemitraan/5000-mira-1-paling-cocok-di-lebak